Gempa Sumut Magnitudo 6,4 SR Dirasakan Cukup Kuat di Sumbar

BMKG mencatat terdapat sebanyak 13 kali gempa bumi terjadi di Sumatra Barat (Sumbar) dan sekitarnya selama periode 23-29 Mei 2025.

Ilustrasi gempa. [canva]

Langgam.id – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Simalungun, Sumatra Utara (Sumut) Sabtu (15/8/2026) pukul 17.54.52 WIB yang terasa hingga ke wilayah Sumatra Barat (Sumbar).

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Tony Agus Wijaya, mengatakan berdasarkan hasil analisis dan pemutakhiran parameter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di darat pada koordinat 2,91° LU dan 98,93° BT.

“Episenter gempa bumi terletak sekitar 11 kilometer tenggara Simalungun, Sumatra Utara, dengan kedalaman 168 kilometer,” kata Tony kepada Langgam.id.

Ia menyebutkan, hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Gempa ini merupakan jenis gempa bumi menengah yang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng,” ujarnya.

Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa memiliki mekanisme sesar geser turun atau oblique normal fault.

“Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, intensitas V Modified Mercalli Intensity (MMI) dirasakan di Kota Tebing Tinggi, Kota Kabanjahe dan Kota Lima Puluh,” ujar Tony.

Pada skala V MMI, getaran dirasakan hampir oleh semua penduduk dan menyebabkan orang banyak terbangun. Sementara intensitas IV MMI dirasakan di Raya, Simalungun, Panombeian Pane, Simalungun, Panei, Simalungun, Kota Pematangsiantar serta Kota Pangururan.

“Untuk intensitas IV MMI, bila terjadi pada siang hari, getaran dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah,” jelas Tony.

Hingga pukul 18.16 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan. Tony mengatakan BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan setelah gempa utama tersebut.

“Informasi terbaru juga akan disampaikan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Masyarakat diimbau tetap tenang dan menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa,” katanya. (HER)

Tag:

Baca Juga

Seabad Gempa Padang Panjang, Sekolah Pascasarjana Unand Ajak Publik Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Seabad Gempa Padang Panjang, Sekolah Pascasarjana Unand Ajak Publik Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Mengenang Seabad Gempa Dahsyat Padang Panjang, Yose Hendra Luncurkan Buku Gempa Tujuh Hari
Mengenang Seabad Gempa Dahsyat Padang Panjang, Yose Hendra Luncurkan Buku Gempa Tujuh Hari
Ahli Geologi Sumatra Barat (Sumbar), Ade Edward meminta masyarakat untuk selalu memantau perkembangan dari gempa terkait dengan evakuasi
Belajar dari Venezuela, Sumbar Diingatkan Tragedi Gempa Kembar Guncang Padang Panjang 1926
Ahli Geologi Sumatra Barat (Sumbar), Ade Edward meminta masyarakat untuk selalu memantau perkembangan dari gempa terkait dengan evakuasi
BMKG: Gempa Bermagnitudo 4,7 Guncang Padang Dipicu Sesar Mentawai 
Tiga kali gempa beruntun terjadi di Sumatra Barat pada Jumat (2/5/2025). Dua kali mengguncang Padang Panjang dan satu kali terjadi
Gempa M 4,7 Guncang Padang hingga Kagetkan Warga 
Dinilai Masih Kurang, Pemerintah Diminta Lengkapi Infrastruktur Mitigasi Bencana
Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Padang dan Padang Pariaman, Ini Penjelasan BMKG