Langgam.id – Rektor Universitas Andalas (UNAND), Efa Yonnedi, Ph.D., meminta mahasiswa baru Angkatan 2026 tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun pengalaman, kepemimpinan, daya saing global, dan karakter.
Pesan tersebut disampaikan Efa saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Batch I yang merupakan bagian dari rangkaian Bimbingan Aktivitas Kampus dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI) UNAND 2026 di Padang, Senin (10/8/2026).
Menurut Efa, keberhasilan mahasiswa lolos seleksi masuk UNAND bukanlah akhir dari perjuangan. Sebaliknya, hal itu menjadi awal untuk mulai merancang masa depan.
“Masuk ke Universitas Andalas bukanlah garis akhir, melainkan garis start baru menuju masa depan yang harus Saudara rancang sejak hari ini,” kata Efa.
Dalam kesempatan itu, Efa memperkenalkan tujuh pilar yang dapat menjadi pedoman mahasiswa selama menjalani kehidupan kampus. Tujuh pilar tersebut mencakup kemampuan akademik, daya saing, pengalaman, kepemimpinan hingga karakter.
Pertama, mahasiswa diminta membangun fondasi akademik yang kuat. Menurut Efa, prestasi akademik tetap penting karena Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tidak sekadar angka, tetapi juga menggambarkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesungguhan mahasiswa dalam belajar.
Kedua, mahasiswa harus memiliki daya saing global. Salah satunya dengan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sejak semester awal.
Kemampuan tersebut dinilai penting agar mahasiswa dapat mengakses perkembangan ilmu pengetahuan global, mengikuti berbagai program internasional, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di dunia kerja.
Pilar ketiga adalah membangun ketangguhan melalui kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Efa menilai kompetisi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melatih keberanian, daya juang, kemampuan berpikir kritis, serta kedewasaan dalam menghadapi kemenangan dan kegagalan.
Selanjutnya, mahasiswa didorong memperbanyak pengalaman dunia nyata melalui kegiatan magang maupun program pertukaran mahasiswa di dalam dan luar negeri.
“Pengalaman tersebut dapat memperluas wawasan, kemampuan beradaptasi, jejaring, serta pemahaman terhadap dunia profesional,” ujarnya.
Pilar kelima yakni pendalaman keilmuan dan mentoring. Mahasiswa didorong memanfaatkan berbagai kesempatan untuk memperdalam bidang yang dipelajari, salah satunya dengan menjadi asisten laboratorium maupun asisten dosen.
Selain memperkuat penguasaan ilmu, aktivitas tersebut juga dinilai dapat melatih tanggung jawab dan membentuk karakter profesional mahasiswa.
Kemudian, pilar keenam adalah kepemimpinan dan kecerdasan sosial melalui organisasi dan komunitas.
Efa mengatakan organisasi merupakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar bekerja sama, mengelola perbedaan dan konflik, serta menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
“Karena di dunia nyata, kemampuan bekerja dengan orang lain sama pentingnya dengan kemampuan akademik,” katanya.
Pilar terakhir adalah kedewasaan digital. Mahasiswa diminta menggunakan media sosial secara bijak, termasuk dengan memastikan kebenaran informasi, memahami konteks dan mempertimbangkan dampak sebelum membagikan suatu informasi.
Efa menegaskan ketujuh pilar tersebut tidak berdiri sendiri. Semuanya harus dibangun secara seimbang untuk membentuk lulusan UNAND yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kesiapan memasuki dunia profesional.
“Karier yang unggul harus ditopang oleh karakter yang kokoh, dan karakter yang kokoh akan mengantarkan pada karier yang bermartabat,” tegasnya.
Efa berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan masa perkuliahan di UNAND untuk terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Jadilah generasi UNAND yang tumbuh berakar kuat, dan kelak menjulang memberi dampak bagi bangsa dan masyarakat,” pungkasnya. (HER)






