Langgam.id – Universitas Andalas (UNAND) menanam sebanyak 3.800 bibit pohon untuk membantu memulihkan kawasan yang terdampak banjir bandang di Sumatera Barat.
Penanaman pohon tersebut dilakukan di sembilan lokasi yang tersebar di lima kabupaten. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya restorasi lingkungan sekaligus memperkuat mitigasi bencana berbasis vegetasi.
Kegiatan penanaman dipusatkan di sejumlah wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNAND. Selain sebagai bagian dari pemulihan lingkungan, kegiatan tersebut juga digelar dalam rangka memperingati Hari Hutan Nasional dan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), Sabtu (8/8/2026).
Salah satu lokasi penanaman berada di SMP Negeri 44 Padang, Kelurahan Koto Tuo, Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Kegiatan tersebut melibatkan sivitas akademika UNAND, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Ketua Panitia Aswaldi Anwar mengatakan sebanyak 3.800 bibit pohon telah didistribusikan untuk ditanam di sembilan lokasi.
“Bibit yang kita distribusikan sebanyak 3.800. Sebagian besar berasal dari Dinas Kehutanan, dan ada juga bibit tanaman buah seperti durian dan manggis,” kata Aswaldi.
Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Ferdinal Asmin mengapresiasi kontribusi UNAND dalam kegiatan pemulihan lingkungan dan konservasi alam.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi seperti UNAND memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan.
“UNAND sudah banyak sekali melakukan kegiatan yang membantu pemulihan alam. Ini sangat membantu kami, dan kami akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., mengatakan penanaman pohon merupakan salah satu langkah konkret dalam mitigasi bencana sekaligus bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap kelestarian lingkungan.
“Penanaman pohon ini merupakan salah satu langkah mitigasi bencana dan bagian dari bentuk kepedulian UNAND. Kita ingin apa yang dilakukan hari ini memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Efa.
Ia mengatakan UNAND juga melihat peluang pengembangan bidang kehutanan, termasuk kemungkinan membuka program studi Manajemen Kehutanan dengan kekhasan pada pengelolaan hutan sosial.
Pengembangan bidang tersebut, kata Efa, diharapkan dapat memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan.
“Kita juga melihat kemungkinan lahirnya program studi Manajemen Kehutanan yang memiliki ciri khas pada hutan sosial. Ke depan, kalau bisa, kegiatan pengabdian juga diarahkan untuk fokus pada penanaman kopi di kawasan hutan sosial sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Efa juga meminta pihak sekolah dan siswa ikut menjaga pohon yang telah ditanam agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kami titip kepada kepala sekolah dan anak-anak di sini untuk menjaga pohon-pohon yang kita tanam hari ini. Karena menanam adalah langkah awal, yang lebih penting adalah bagaimana pohon-pohon ini dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” katanya.
Melalui penanaman 3.800 pohon tersebut, UNAND berharap pemulihan kawasan terdampak banjir dapat berjalan secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam upaya pengurangan risiko bencana dan pelestarian lingkungan melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. (HER)






