Kredit Perbankan Sumbar Tumbuh 5,92 Persen, UMKM Malah Turun 1,44 Persen

Kredit Perbankan Sumbar Tumbuh 5,92 Persen, UMKM Malah Turun 1,44 Persen

Uang rupiah. [Foto: pixabay]

Langgam.id – Penyaluran kredit perbankan di Sumatera Barat tumbuh 5,92 persen secara tahunan pada Juni 2026. Namun, pertumbuhan tersebut belum diikuti penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang justru mengalami kontraksi 1,44 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, mengatakan total kredit dan pembiayaan yang disalurkan perbankan Sumbar hingga Juni 2026 mencapai Rp77,70 triliun.

“Total penyaluran kredit atau pembiayaan sebesar Rp77,70 triliun atau tumbuh 5,92 persen secara tahunan,” kata Roni dalam keterangan OJK, Jumat (7/8/2026).

Dari total kredit tersebut, penyaluran kepada UMKM mencapai Rp31,17 triliun. Nilai itu setara 40,11 persen dari total kredit perbankan Sumbar.

Namun, secara tahunan penyaluran kredit UMKM tercatat turun 1,44 persen. Kondisi ini menjadi perhatian di tengah pentingnya sektor UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Di sisi lain, kualitas kredit perbankan Sumbar masih relatif terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat 2,87 persen pada Juni 2026, meskipun meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,65 persen.

Kinerja intermediasi perbankan juga ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga Juni 2026, penghimpunan DPK mencapai Rp65,55 triliun atau tumbuh 13,02 persen secara tahunan.

Sementara total aset perbankan Sumbar mencapai Rp88,20 triliun atau tumbuh 4,72 persen dibandingkan Juni 2025.

Roni mengatakan stabilitas sektor jasa keuangan Sumbar secara umum masih terjaga dan memberikan dukungan terhadap aktivitas perekonomian daerah.

“Stabilitas dan kinerja positif sektor jasa keuangan di Sumatera Barat terus terjaga, memberikan dukungan terhadap penguatan aktivitas ekonomi daerah,” ujarnya.

Selain perbankan konvensional, penyaluran pembiayaan perbankan syariah juga menunjukkan pertumbuhan cukup tinggi. Hingga Juni 2026, pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp13,27 triliun atau tumbuh 16,22 persen secara tahunan.

Sementara itu, sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR), baik konvensional maupun syariah, mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp2,27 triliun atau tumbuh 1,62 persen. Sebanyak 71,15 persen di antaranya merupakan kredit atau pembiayaan kepada UMKM.

Pertumbuhan kredit perbankan tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang mencapai 4,54 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.

Kondisi ini menunjukkan masih adanya ruang untuk memperkuat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif, khususnya UMKM, agar pertumbuhan sektor keuangan semakin memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Sumbar. (HER)

Tag:

Baca Juga

Literasi Keuangan Sejak Dini, OJK Edukasi Siswa SLB Negeri 1 Painan
Literasi Keuangan Sejak Dini, OJK Edukasi Siswa SLB Negeri 1 Painan
OJK Serahkan Tersangka Kasus PT Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Sita Aset untuk Lindungi Pemegang Polis
OJK Serahkan Tersangka Kasus PT Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Sita Aset untuk Lindungi Pemegang Polis
OJK Optimalkan SLIK, Akses Kredit UMKM dan Program 3 Juta Rumah Diharapkan Makin Cepat
OJK Optimalkan SLIK, Akses Kredit UMKM dan Program 3 Juta Rumah Diharapkan Makin Cepat
Dampak Covid-19 sumbar
Jumlah BPR dan BPRS di Sumbar Kini Tinggal 73, Berkurang Karena Merger dan Pencabutan Izin
OJK Setujui Merger BPR Ophir ke dalam BPR Swadaya Anak Nagari
OJK Setujui Merger BPR Ophir ke dalam BPR Swadaya Anak Nagari
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, BI Sumbar Bawa Rp 5,9 Miliar ke Mentawai
Triwulan I 2026, OJK Catat Aset Perbankan Sumbar Capai Rp86,74 Triliun