Siswi SDN 33 Rawang Meninggal Diduga Akibat Perundungan, Keluarga Tempuh Ekshumasi

ilustrasi pelecehan seksual

Ilustrasi Pelecehan terhadap anak (pixabay.com)

Langgam.id — Keluarga NH (10), siswi SD Negeri 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, akan menjalani proses ekshumasi terhadap jenazah korban pada Senin (3/8/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban melalui pemeriksaan forensik.

Berdasarkan surat pemberitahuan Polresta Padang tertanggal 29 Juli 2026, ekshumasi dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Kota Padang.

Kuasa hukum keluarga korban, Muhammad Faisal, mengatakan ekshumasi merupakan bagian dari proses penyidikan guna mengungkap penyebab pasti kematian NH, yang diduga berkaitan dengan peristiwa perundungan di lingkungan sekolah.

“Kami ingin mengetahui penyebab kematian korban secara jelas melalui pemeriksaan forensik. Sebelumnya muncul informasi yang menyebut tidak ada indikasi perundungan, sementara keluarga melihat adanya dugaan ke arah itu. Karena itu, semuanya perlu dibuktikan melalui proses hukum,” kata Faisal kepada Langgam.id.

Faisal menjelaskan, korban mulai mengeluhkan sakit setelah pulang sekolah pada Senin (20/7/2026). Saat itu, NH disebut langsung masuk ke kamar dalam kondisi murung.

“Orang tuanya sempat bertanya mengapa murung. Korban mengaku pinggangnya sakit. Saat tidur pun harus diganjal dengan bantal kecil karena merasa nyeri,” ujarnya.

Keluhan tersebut berlanjut hingga Selasa dan Rabu. Kondisi korban terus memburuk sehingga pada Kamis dini hari dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Menurut Faisal, sebelum meninggal dunia NH sempat menyebut dua nama teman sekelasnya yang diduga melakukan perundungan. Kedua anak tersebut masing-masing berinisial S dan A.

“Korban sempat menyebut dua nama, satu laki-laki berinisial S dan satu perempuan berinisial A. Informasi itu disampaikan kepada orang tuanya sebelum meninggal dunia,” katanya.

NH meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026) dan dimakamkan sehari kemudian. Lima hari setelahnya, tepatnya Selasa (28/7/2026), pihak keluarga melaporkan dugaan perundungan tersebut ke Polresta Padang.

Faisal mengatakan laporan itu langsung ditindaklanjuti penyidik dengan memintai keterangan sejumlah pihak, termasuk kepala sekolah dan guru-guru di SD Negeri 33 Rawang.

“Keluarga melaporkan kasus ini pada Selasa, dan pada hari yang sama penyidik langsung memanggil kepala sekolah serta para guru untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga juga mempertanyakan penyebab keluhan sakit pada bagian pinggang yang dialami korban kepada pihak rumah sakit. Berdasarkan informasi awal, terdapat dugaan adanya pergeseran atau retak pada tulang pinggang. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena belum dilakukan autopsi.

“Karena itu kami mendukung proses ekshumasi. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian korban,” katanya.

Faisal menegaskan, keluarga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian. Apabila hasil penyidikan menemukan adanya unsur pidana, keluarga berharap seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum.

“Siapa pun yang terbukti memiliki peran harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kami berharap perkara ini menjadi pelajaran agar lingkungan sekolah benar-benar aman bagi anak-anak,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung dan kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian korban. Dugaan perundungan yang dilaporkan keluarga masih dalam tahap pendalaman. (HER)

Baca Juga

ilustrasi
Polisi Ekshumasi Makam Siswi SD Rawang Diduga Korban Perundungan Hari Ini
Waka DPRD Sumbar Soal Siswi SD Meninggal, Minta Fakta Diungkap Lewat Jalur Hukum
Waka DPRD Sumbar Soal Siswi SD Meninggal, Minta Fakta Diungkap Lewat Jalur Hukum
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ditemukan Indikasi Perundungan
Disdik Padang Soal Siswi SD Meninggal: Tidak Ditemukan Indikasi Perundungan
Dinas Pendidikan Padang Bakal Panggil Kepsek dan Guru SDN 33 Rawang, Dalami Dugaan Perundungan Berujung Maut
Dinas Pendidikan Padang Bakal Panggil Kepsek dan Guru SDN 33 Rawang, Dalami Dugaan Perundungan Berujung Maut
Keluarga Desak Penjelasan Pihak SD Negeri 33 Rawang Padang, Buntut Siswi Meninggal Diduga Korban Perundungan
Keluarga Desak Penjelasan Pihak SD Negeri 33 Rawang Padang, Buntut Siswi Meninggal Diduga Korban Perundungan
Ilustrasi
Siswi SD Negeri 33 Rawang Padang Meninggal Dunia, Diduga Korban Perundungan