Kronologi Penggerebekan Lokasi Promosi Judol di Padang, 25 Orang Diamankan

Kronologi Penggerebekan Lokasi Promosi Judol di Padang, 25 Orang Diamankan

Ilustrasi permaianan judol. (Foto: Istimewa)

Langgam.id – Polisi mengungkap jaringan promosi judi online atau judol yang beroperasi di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar). Sebanyak 25 orang diamankan di tiga lokasi.

Pengungkapan kasus bermula dari patroli siber yang dilakukan personel Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar. Saat itu, ditemukan akun Facebook yang secara masif mempromosikan situs judol menggunakan akun palsu.

“Temuan itu kemudian kami dalami melalui penyelidikan hingga akhirnya dilakukan penindakan pada 24 Juli 2026,” ujar Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumbar, Kompol Citra Henita dikutip, Kamis (30/7/2026).

Setelah penyelidikan, kata Citra, kepolisian bergerak melakukan penangkapan pada Jumat (24/07/2026) dini hari. Lokasi pertama berada di Jalan Lubuk Bayu Timur Nomor 3, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.

Di lokasi itu, polisi mengamankan empat orang. Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik kemudian melakukan pengembangan ke sejumlah lokasi lain.

Tim mengamankan pelaku lain yang diduga menjalankan aktivitas serupa. Penggerebekan berikutnya itu dilakukan di Hotel Ibis Padang sekitar pukul 02.40 WIB.

Selanjutnya, polisi bergerak ke kawasan Parak Laweh, Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, sekitar pukul 04.30 WIB.

Dalam operasi itu, penyidik mengamankan 21 orang yang diduga tergabung dalam sindikat promotor judol. Mereka sekaligus berperan mempromosikan berbagai situs antara lain SULTAN36, SAKTI120, PIPA117, ALASKA28, NAGAWIN67, dan JOM56.

Lanjut Citra, para pelaku diduga membuat situs perjudian, memanfaatkan media sosial untuk promosi, membuat akun palsu, menggunakan buzzer, serta menyebarkan tautan melalui kolom komentar, dengan kata-kata seperti “gacor” yang mengarahkan pengguna ke situs judi online.

“Dari kegiatan tersebut, mereka memperoleh keuntungan dengan nilai yang bervariasi sesuai situs yang dipromosikan,” jelasnya.

Dalam pengungkapan itu, polisi menyita 23 unit telepon genggam, satu unit laptop merek Acer, 13 akun mobile banking dan dompet digital, serta 13 kartu SIM berikut akun WhatsApp.

Para tersangka disangkakan Pasal 426 ayat (1) huruf a dan/atau huruf b juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), terkait menawarkan atau memberikan kesempatan bermain judi dan menjadikannya sebagai mata pencaharian.

Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama sembilan tahun atau pidana denda paling banyak kategori VI. (WAN)

Baca Juga

Kronologi 2 Pemancing Terjatuh dan Terseret Ombak di Bukit Lampu Padang
Kronologi 2 Pemancing Terjatuh dan Terseret Ombak di Bukit Lampu Padang
Sejumlah potongan tubuh diduga milik mayat di aliran sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
Terjatuh Saat Memancing di Bukit Lampu Padang, Seorang Warga Alami Patah Tulang
Kolaborasi Pemkot Padang menghadirkan sunatan gratis. (Dok. Humas Pemko Padang)
400 Anak di Padang Ikut Sunatan Massal Gratis, Dapat Uang Tunai hingga Sarung
Polisi hingga Samsat Razia Kendaraan Menunggak Pajak di Padang
Polisi hingga Samsat Razia Kendaraan Menunggak Pajak di Padang
Kejar-kejaran Polisi Buru Rombongan Pelajar Diduga Hendak Tawuran di Padang, 1 Orang Diamankan
Kejar-kejaran Polisi Buru Rombongan Pelajar Diduga Hendak Tawuran di Padang, 1 Orang Diamankan
Disdikbud Kota Padang menerbitkan Surat Edaran Nomor: 400.3/15/Dikbud-Pdg/III/2025.Terbitnya SE ini merupakan sebagai langkah
PJJ di Padang Berpotensi Diperpanjang? Ini Kata Disdik