12 Saksi Diperiksa dalam Kasus Ledakan Bom MAN 3 Padang

12 Saksi Diperiksa dalam Kasus Ledakan Bom MAN 3 Padang

Personel gegana berjaga di MAN 3 Padang usai ledakan bom raitan. (Istimewa)

Langgam.id – Polisi terus mendalami kasus bom rakitan yang dibawa dan diledakkan seorang siswa MAN 3 Padang berinisial R (17). Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 12 saksi untuk mengungkap motif serta kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan pemeriksaan saksi dilakukan secara bertahap. Pada hari pertama kejadian pada Selasa (14/7/2026), penyidik memeriksa tujuh orang saksi.

Lalu, pada Rabu (15/7/2026), penyidik kembali memeriksa lima saksi.

“Pemeriksaan saksi terus dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan. Sampai saat ini sudah ada 12 orang yang dimintai keterangan,” kata Susmelawati kepada Langgam.id Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, para saksi yang diperiksa berasal dari berbagai pihak yang dinilai mengetahui aktivitas maupun kondisi R sebelum insiden terjadi.

Saksi itu di antaranya wali kelas, guru bimbingan konseling atau BK, kepala sekolah, orang tua siswa, satpam sekolah, serta beberapa siswa yang merupakan teman satu angkatan dengan R.

Menurut Susmelawati, penyidik masih mendalami berbagai aspek, mulai dari aktivitas R sebelum kejadian, proses pembuatan bom rakitan secara otodidak, hingga dugaan perundungan yang dialami siswa tersebut.

“Pemeriksaan masih berlanjut. Penyidik mendalami apa yang dilakukan R sebelum kejadian, bagaimana ia belajar merakit bom, serta berbagai informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan saksi belum ada ditemukan terakit siapa pelaku perundungan yang dialami oleh R. Karena saat ini penyidik masih fokus dalam rehabilitas psikis anak.

“Untuk hasil pemanggilan saksi belum ada ditemukan pelaku perundungan, karena dari oenyidik masih berfokus pada psikis anak,” tuturnya.

Selain proses penyidikan, kata dia, pemerintah daerah bersama kepolisian juga telah menyiapkan pendampingan psikologis bagi R. Program rehabilitasi akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), guna membantu pemulihan kondisi psikologis siswa tersebut agar dapat kembali menjalani kehidupan sosial secara normal.

“Hingga kini, penyidikan masih terus berlanjut sembari melakukam rehabilitas anak,” pungkasnya. (WAN)

Baca Juga

Kesbangpol Sumbar Sebut Pendampingan Rehabilitasi Pelaku Bom Rakitan di MAN 3 Padang Libatkan Berbagai Instansi
Kesbangpol Sumbar Sebut Pendampingan Rehabilitasi Pelaku Bom Rakitan di MAN 3 Padang Libatkan Berbagai Instansi
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Kesbangpol Sumbar: Rehabilitasi Pelaku Paralel dengan Penyidikan oleh Kepolisian
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Kesbangpol Sumbar: Rehabilitasi Pelaku Paralel dengan Penyidikan oleh Kepolisian
Tim Gegana Polda Sumbar di TKP bom rakitan di MAN 3 Padang.
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Densus 88 Pastikan Pelaku Tak Ada Kaitan dengan Jaringan Terorisme
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Ditjen Polpum Kemendagri Minta Peran Guru BK Dioptimalkan
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Ditjen Polpum Kemendagri Minta Peran Guru BK Dioptimalkan
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Kemendagri Tegaskan Bukan Terorisme
Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Kemendagri Tegaskan Bukan Terorisme
Terduga Pelaku Bom MAN 3 Padang Jalani Terapi Psikis 15 Hari di Bapelkes
Terduga Pelaku Bom MAN 3 Padang Jalani Terapi Psikis 15 Hari di Bapelkes