Air PDAM Sering Mati Siang Hari, Pedagang di Padang Beralih ke Sumur Bor

Pipa milik Perusaah Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang atau dulu disebut PDAM, mengalami kebocoran di Jalan Sungai Lareh,

Ilustrasi - air bersih. (Foto: HM)

Langgam.id – Kondisi air milik Perumda Air Minum atau PDAM Kota Padang yang keruh dan sering mati pada siang hari, membuat pelanggan mengeluh hingga memutuskan untuk beralih ke sumur bos.

Hal ini seperti yang dilakukan seorang pedagang sarapan di Lolong Belanti bernama Irawan (58). Ia beralih menggunakan pompa air sumur bor untuk memenuhi kebutuhan usahanya.

Sebelumnya, Irawan mengaku masih mengandalkan air PDAM untuk aktivitas sehari-hari. Namun, aliran air hampir setiap siang tidak mengalir, sehingga dirinya terpaksa membeli air galon untuk mencuci peralatan masak dan kebutuhan memasak dagangannya.

Sementara itu, air PDAM biasanya baru mengalir pada malam sekitar pukul 23.00 WIB hingga sekitar 04.30 WIB. Sementara, air yang ditampung saat malam hanya cukup untuk kebutuhan mandi.

“Kalau siang air mati. Kalaupun hidup malam, paling hanya cukup untuk mandi. Untuk jualan tetap harus beli air galon karena air PDAM keruh dan tidak bisa dipakai bikin lontong, maupun masak nasi,” katanya, Rabu (8/7/2026).

Karena kondisi tersebut, pada Mei 2026 Irawan membeli satu unit pompa air seharga sekitar Rp500 ribu. Pemasangannya dibantu seorang temannya yang pernah bekerja di PDAM.

Sejak menggunakan pompa air, seluruh kebutuhan memasak, membuat lontong, hingga mencuci peralatan dagangan, kini menggunakan air sumur bor.

“Kalau di bak mandi sekarang sudah pakai aliran air PDAM dan pompa,” ujarnya.

Sebelumnya, seluruh kebutuhan tersebut masih mengandalkan air PDAM, saat kondisinya masih jernih. Kemudian kondisi air PDAM mulai berubah sejak akhir 2025, stelah bencana yang melanda Kota Padang.

Sejak saat itu air yang mengalir ke rumahnya tidak lagi jernih, melainkan keruh dan bercampur lumpur. Namun demikian Irawan sudah menggunakan air sumur, Irawan tetap mempertahankan sambungan PDAM untuk kebutuhan mandi.

Ia juga masih membayar tagihan air sekitar Rp50 ribu hingga Rp150 ribu setiap bulan.

“Saya sudah beberapa kali menyampaikan keluhan, tapi sampai sekarang airnya masih keruh. Jadi sekarang saya tidak berharap banyak lagi, lebih baik pakai air dari pompa saja,” tuturnya. (WAN)

Baca Juga

PDAM
Warga Keluhkan Air Keruh, PDAM Padang Pastikan Aman
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Hampir setahun Wako Padang Hendri Septa bekerja tidak didampingi wawako.
DPRD Padang Bakal Panggil PDAM, Buntut Banyak Keluhan Warga Air Keruh
Warga Padang Keluhkan Air PDAM Keruh dan Berlumpur, Minta Kompensasi
Warga Padang Keluhkan Air PDAM Keruh dan Berlumpur, Minta Kompensasi
PDAM
Penjelasan PDAM Soal Distribusi Air Bermasalah ke Pelanggan di Lolong Belanti
6 Bulan Distribusi Air PDAM Bermasalah, Pelaku Usaha di Lolong Belanti Mengaku Kewalahan
6 Bulan Distribusi Air PDAM Bermasalah, Pelaku Usaha di Lolong Belanti Mengaku Kewalahan
Dosen Fakultas Syariah UIN IB Padang Aidil Aulya (ist)
Padang Darurat Air dan Alasan Usang yang Berulang!