Waspadai Low Back Pain pada Perawat: Beban Kerja Fisik yang Sering Terabaikan


Perawat merupakan tenaga kesehatan yang berada di garis terdepan dalam memberikan pelayanan kepada pasien selama 24 jam. Di balik dedikasi tersebut, terdapat berbagai risiko kesehatan yang sering kali luput dari perhatian, salah satunya adalah Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah.

Low Back Pain merupakan keluhan yang sangat umum dialami perawat. Aktivitas sehari-hari seperti mengangkat pasien, membantu pasien berpindah tempat tidur ke kursi roda, mendorong tempat tidur, hingga mempertahankan posisi membungkuk dalam waktu lama memberikan tekanan yang besar pada tulang belakang dan otot punggung. Jika dilakukan berulang tanpa teknik yang benar, kondisi tersebut dapat memicu cedera dan nyeri kronis.

Keluhan ini bukan sekadar rasa pegal biasa. Nyeri punggung bawah dapat mengganggu kenyamanan bekerja, menurunkan produktivitas, meningkatkan kelelahan, bahkan berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan yang diterima pasien.

Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan terhadap perawat di salah satu rumah sakit pendidikan, ditemukan adanya hubungan yang kuat antara beban kerja fisik dengan keluhan Low Back Pain. Semakin tinggi beban kerja fisik yang dialami perawat, semakin besar pula keluhan nyeri punggung bawah yang dirasakan. Temuan ini memperkuat berbagai penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik berat dan dilakukan secara berulang merupakan salah satu faktor penting penyebab Low Back Pain pada perawat.

Temuan ini memberikan gambaran bahwa kesehatan perawat perlu menjadi perhatian bersama. Selama ini rumah sakit lebih banyak berfokus pada keselamatan pasien, padahal keselamatan tenaga kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mutu pelayanan rumah sakit. Perawat yang sehat secara fisik akan mampu memberikan pelayanan yang lebih aman, efektif, dan berkualitas.

Upaya pencegahan Low Back Pain sebenarnya dapat dilakukan melalui berbagai cara. Rumah sakit perlu memastikan jumlah tenaga keperawatan yang memadai sehingga beban kerja dapat terbagi secara proporsional. Selain itu, pelatihan mengenai teknik ergonomi dalam mengangkat dan memindahkan pasien perlu dilakukan secara berkala agar perawat menggunakan postur tubuh yang benar saat bekerja.

Selain pelatihan ergonomi, rumah sakit juga perlu membangun budaya keselamatan kerja melalui evaluasi beban kerja secara berkala, penyediaan alat bantu pemindahan pasien, serta mendorong pelaporan dini apabila perawat mengalami keluhan muskuloskeletal. Pemanfaatan alat bantu tersebut dapat mengurangi tekanan pada tulang belakang ketika memindahkan pasien sehingga risiko cedera dapat ditekan. Di sisi lain, perawat juga dianjurkan menjaga kebugaran tubuh melalui olahraga ringan, melakukan peregangan otot selama bekerja, serta tidak mengabaikan keluhan nyeri yang muncul berulang.

Menjaga kesehatan perawat bukan hanya demi kesejahteraan tenaga kesehatan itu sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Ketika perawat bekerja dalam kondisi yang sehat dan aman, pasien pun akan memperoleh pelayanan yang lebih optimal.

Oleh karena itu, perhatian terhadap beban kerja fisik perawat hendaknya menjadi salah satu prioritas dalam pengelolaan sumber daya manusia di rumah sakit. Mencegah Low Back Pain bukan hanya mengurangi risiko cedera, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan pelayanan keperawatan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan perawat bukan semata-mata melindungi tenaga kesehatan, tetapi juga memastikan setiap pasien memperoleh pelayanan yang aman, bermutu, dan berkesinambungan. Perawat yang sehat adalah fondasi penting bagi sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas. Oleh karena itu, pencegahan Low Back Pain harus menjadi komitmen bersama antara perawat, manajemen rumah sakit, dan para pemangku kebijakan.

*Penulis: Ns. Sidaria, M.Kep (Dosen Fakultas Keperawatan Univeristas Andalas)

Baca Juga

Pelemahan Momentum Ekonomi
Pelemahan Momentum Ekonomi
Salah Paham tentang Nasionalisme Anak Muda
Salah Paham tentang Nasionalisme Anak Muda
Mahasiswa Didengar, Pemerintah yang Akomodatif dan Korektif
Mahasiswa Didengar, Pemerintah yang Akomodatif dan Korektif
Corporate Finance di Era Keberlanjutan: From Managerial Ability to Market Stability
Corporate Finance di Era Keberlanjutan: From Managerial Ability to Market Stability
Negeri di Persimpangan Jalan
Negeri di Persimpangan Jalan
Pertarungan Realita dan Otorisasi Keotentikan Objek Nyata Tersembunyi
Pertarungan Realita dan Otorisasi Keotentikan Objek Nyata Tersembunyi