LANGGAM.ID — DPRD Sumatra Barat buka suara terkait pengadaan mikrofon konferensi dengan anggaran Rp900 juta lebih pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD 2026.
Ketua DPRD Sumbar Muhidi mengatakan pengadaan mikrofon tersebut itu sudah berdasarkan sudah berdasarkan pertimbangan oleh rapat komisi pada pembahasan rancangan APBD.
“Namun untuk pengadaan tersebut belum tentu bisa dilaksanakan sesuai dengan apa yang sudah diajukan karena harus dipastikan dulu realisasinya berdasarkan kebutuhan atau tidak,” ujar Muhidi kepada langgam.id
Ia menambahkan akan ada evaluasi terhadap temuan-temuan anggaran-anggaran berkaitan dengan realisasinya. Apalagi kata dia, DPRD Sumbar ber komitmen untuk menjalakan instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran.
Muhidi menyatakan prioritas dari DPRD Provinsi Sumatera Barat tetap untuk masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Termasuk juga dalam mendorong percepatan pemulihan pascabencana.
“DPRD terus mengawal proses rehab rekon status bencana di Sumatera Barat agar nantinya bantuan-bantuan dari pusat bisa segera turun untuk pemulihan Sumatera Barat,” katanya.
Sebelumnya DPRD Sumbar mengajukan anggaran pengadaan mic conference senilai Rp945 juta dengan rincian battery charger, rechargeable lithium ion battery, tescom dan instalasi. (fix)





