Langgam.id – Seorang dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Padang bernama Yudistira Afconeri (37), jatuh dari lantai tiga gedung rektorat. Insiden ini dilaporkan terjadi pada Selasa (23/6/2026).
Kasubag Administrasi Umum dan Kepegawaian Poltekkes Kemenkes Padang, Elda Wati, mengatakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelumnya, aktivitas kampus berjalan normal.
“Sejak sekitar pukul 07.00 WIB, dosen dan pegawai sudah mulai datang ke kampus. Saya sedang mengambil absen pagi dan sekitar pukul 07.20 WIB masuk ke ruangan di lantai satu Gedung Rektorat,” kata Elda saat ditemui Langgam.id, Rabu (24/6/2026).
Ia menambahkan, beberapa menit kemudian terdengar suara benturan dari luar gedung. Suara tersebut membuat sejumlah pegawai yang berada di dalam kantor langsung keluar untuk mencari sumber suara.
“Tiba-tiba terdengar suara gedebuk dari luar gedung. Orang langsung berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi. Kejadiannya sekitar pukul 07.30 WIB,” ujarnya.
Setelah dilakukan pengecekan, civitas akademika menemukan korban yang merupakan dosen Program Studi Keperawatan dalam kondisi tergeletak di area samping Gedung Rektorat.
Korban ditemukan dalam posisi menelungkup dengan kedua tangan berada dekat badan dan wajah menghadap ke bawah.
“Saat ditemukan, korban dalam posisi menelungkup. Kedua tangannya merapat ke badan dan wajah menghadap ke bawah,” jelasnya.
Pihak kampus kemudian segera menghubungi ambulans yang tersedia di lingkungan kampus, untuk memberikan pertolongan pertama. Tidak lama berselang, korban langsung dilarikan ke RSUP M Djamil Padang untuk penanganan medis.
Elda menegaskan, hingga saat ini pihak kampus belum mengetahui penyebab pasti korban jatuh. Kampus menyerahkan proses penyelidikan kepada kepolisian.
“Kami hanya bisa menyampaikan apa yang kami lihat dan ketahui. Untuk penyebab maupun motifnya, kami tidak mengetahui dan masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang,” ujarnya.
Korban diketahui telah mengabdi sebagai dosen di Poltekkes Kemenkes Padang selama sekitar tiga tahun. Di lingkungan kampus, korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif dalam berbagai kegiatan akademik.
“Setahu kami beliau orangnya baik, ramah, murah senyum, dan aktif dalam kegiatan kampus. Bahkan saat ini beliau juga dipercaya menjadi ketua panitia dalam salah satu agenda kampus,” ucap Elda. (WAN)






