Langgam.id – Pemerintah Kota Padang memastikan, proses revitalisasi Pasar Raya Padang tidak akan menghentikan aktivitas perdagangan, maupun perputaran ekonomi di pusat perdagangan terbesar ibu kota provinsi Sumatra Barat (Sumbar) tersebut.
Meski mobilitas pengunjung dan pedagang diperkirakan akan mengalami gangguan selama pekerjaan berlangsung, aktivitas pasar tetap berjalan seperti biasa.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengatakan revitalisasi yang sedang dilakukan memang berpotensi mengganggu akses keluar-masuk pengunjung dan pedagang.
“Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan skema pengerjaan yang meminimalkan dampak terhadap kegiatan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Menurut Fizlan, pekerjaan revitalisasi dilakukan dengan sistem buka-tutup jalan. Ruas jalan yang sedang dikerjakan akan ditutup sementara dan dibuka kembali setelah pekerjaan selesai. Pola tersebut diterapkan agar akses menuju kawasan pasar tetap tersedia.
“Terutama pada jalur dari kawasan Permindo menuju Air Mancur yang merupakan salah satu akses utama. Pengerjaan dilakukan secara bertahap, setengah badan jalan dikerjakan terlebih dahulu, sementara setengah lainnya tetap digunakan untuk mobilisasi pedagang maupun pengunjung,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Padang tidak akan menutup operasional Pasar Raya selama proses revitalisasi berlangsung. Langkah tersebut untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi para pedagang serta penerimaan daerah yang berasal dari aktivitas perdagangan.
“Aktivitas Pasar Raya Padang tetap berjalan. Tidak mungkin pasar kita matikan. Selain akan berdampak terhadap pendapatan daerah, kami juga harus mempertimbangkan nasib para pedagang yang menggantungkan mata pencahariannya di sana,” katanya.
Revitalisasi saat ini difokuskan pada dua lokasi, yakni area basement dua dan basement tiga. Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, pedagang yang berada di area terdampak akan direlokasi sementara ke lokasi lain yang telah disiapkan pemerintah.
Fizlan menjelaskan, dampak terbesar dirasakan oleh pedagang yang beraktivitas di Basement III. Terdapat sekitar 32 pedagang yang harus direlokasi selama proses revitalisasi berlangsung.
“Sementara untuk basement dua, kondisinya saat ini memang kosong sehingga tidak terlalu berdampak terhadap aktivitas perdagangan,” pungkasnya. (WAN)






