Langgam.id- Peristiwa dugaan peluru nyasar yang melukai dua orang, di kawasan kampus Universitas Negeri Padang (UNP) Air Tawar pada Selasa (2/6/2026), menambah daftar panjang insiden serupa, yang pernah terjadi di lingkungan kampus tersebut.
Dalam kurun waktu belasan tahun terakhir, setidaknya sudah empat kali wilayah UNP Air Tawar, menjadi lokasi jatuhnya proyektil peluru.
Sekretaris UNP, Enrianjoni mengatakan kejadian proyektil peluru masuk ke wilayah kampus sudah keempat kalinya.
“Ini yang keempat, awalnya di tahun 2010, 2017 dan 2020,” katanya saat dikonfirmasi Selasa (2/6/2026).
Kejadian tahun 2010, seorang mahasiswi Jurusan Sosiologi bernama Astuti, menjadi korban peluru nyasar yang mengenai dirinya, saat berada di lingkungan kampus. Namun tidak sampai meranggut jiwa korban.
Tujuh tahun kemudian, tepatnya pada Selasa, 21 November 2017, proyektil peluru menembus kaca lantai tiga Gedung Rektorat UNP, hingga pecah. Namun kondisi sepi, karena peristiwa diduga terjadi pada malam hari, ketika tidak ada aktivitas perkantoran.
“Saya tidak ingat betul bagaimana kejadian waktu itu,” katanya.
Kejadian serupa pada tahun Februari 2020, proyektil peluru juga pernah nyasar menembus kaca gedung Rektorat UNP. Baiknya tidak ada korban jiwa.
Dari seluruh kejadian yang pernah tercatat, Joni mengaku insiden pada 2 Juni 2026 menjadi salah satu yang paling serius. Karena menyebabkan dua korban sekaligus, dan mengharuskan salah satu korban menjalani operasi, untuk mengeluarkan proyektil peluru dari bagian pahanya.
“Dari beberapa kejadian peluru (nyasar) sebelumnya, Tahun ini yang paling parah,” ungkapnya.
Pihak UNP menyebut dugaan sementara proyektil berasal dari arah lokasi latihan tembak militer di kawasan Lapai yang berjarak sekitar 800 meter dari kampus. “Masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan pihak TNI,” katanya. (HER)





