Majelis Disiplin Profesi Datangi Keluarga Bayi Alceo, Mulai Dalami Dugaan Kelalaian RSUP M Djamil Padang

Majelis Disiplin Profesi Datangi Keluarga Bayi Alceo, Mulai Dalami Dugaan Kelalaian RSUP M Djamil Padang

Tim Majelis Disiplin Profesi (MDP) mendatangi keluarga almarhum Alceo Hanan Flantika, Senin (1/6/2026). (Foto: Istimewa)

Langgam.id – Tim Majelis Disiplin Profesi (MDP) mendatangi keluarga almarhum Alceo Hanan Flantika, Senin (1/6/2026). Lembaga independen ini adalah bentukan Kementerian Kesehatan, bertujuan menegakkan disiplin dan etika bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan. 

Tim MDP berjumlah enam orang itu datang ke kediaman Alceo sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka menggali keterangan orang tua almarhum, menanyakan kronologi hingga rekam medis yang dialami Alceo. 

Hanya saja, usai pertemuan yang berlangsung hingga pukul 14.30 WIB itu, tim MDP tidak bersedia untuk dikonfirmasi atau menjawab pertanyaan wartawan. 

Sebelumnya, keluarga bayi 14 bulan tersebut menduga, adanya kelalaian standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan RSUP M Djamil Padang. Alceo diketahui meninggal dunia saat dirawat karena luka bakar selama sepekan di rumah sakit plat merah tersebut.  

Ayah Alceo, Doris Flantika, meyakini tim MDP merupakan pihak yang netral. Lembaga ini, menurutnya, tentu juga ingin perbaikan jika memang ditemukan adanya kesalahan sistem dilakukan RSUP M Djamil Padang.  

“Tadi pihak MDP meminta keterangan ulang kepada kami apa yang terjadi. Atas dasar itu, kami sampaikan urutan peristiwa yang dialami Alceo mulai dari rumah, RS Hermina hingga RSUP M Djamil Padang,” kata Doris usai pertempuran.  

“Kemudian kami menerangkan apa yang sesungguhnya yang menjadi penyebab Alceo meninggal. Dari awal kami konsisten, kami yakin Alceo meninggal bukan gara-gara luka bakarnya,” sambungnya.  

Ia mengungkap, selain menemui keluarga, informasinya tim MDP juga bakal mendatangi Rumah Sakit Hermina dan RSUP M Djamil Padang. Kemudian dalam jangka waktu 14 hari kerja, akan mengeluarkan surat rekomendasi untuk kepolisian. 

“Surat tersebut akan menjadi landasan rekomendasi kasus ini dilanjutkan atau tidak di kepolisian.  Apakah naik penyidikan dan akan ada tersangka atau tidak,” ucapnya.  

Doris optimis hukum di Indonesia adil dan berimbang. Kepolisian akan bergerak secara profesional dan presisi dalam menangani kasus anaknya.  

“Dan hari ini saya bertemu pihak MDP, yang punya keinginan yang sama dengan saya,” imbuhnya. (WAN) 

Baca Juga

RSUP M Djamil Tutup Kolaborasi dengan Tim Medis Saudi, 30 Anak Berhasil Jalani Operasi Bedah Jantung
RSUP M Djamil Tutup Kolaborasi dengan Tim Medis Saudi, 30 Anak Berhasil Jalani Operasi Bedah Jantung
Menkes Apresiasi Kerja Sama Indonesia–Arab Saudi Perkuat Operasi Jantung Anak di RSUP M Djamil Padang
Menkes Apresiasi Kerja Sama Indonesia–Arab Saudi Perkuat Operasi Jantung Anak di RSUP M Djamil Padang
Tangani Anak dengan Kelainan Jantung, Tim Medis Saudi Kolaborasi Operasi Bedah Jantung di RSUP M Djamil Padang
Tangani Anak dengan Kelainan Jantung, Tim Medis Saudi Kolaborasi Operasi Bedah Jantung di RSUP M Djamil Padang
Ombudsman Soroti Keterbatasan Tempat Tidur RSUP M Djamil Padang 
Ombudsman Soroti Keterbatasan Tempat Tidur RSUP M Djamil Padang 
Tim medis RSUP M Djamil Padang melakukan perawatan kepada Sena, balita 3 tahun korban penganiayaan. (Irwanda/Langgam.id)
Biaya Pengobatan Balita Korban Aniaya Ayah Tiri Nunggak Ratusan Juta, Ini Kata RSUP M Djamil Padang
Kasus Kematian Bayi Alceo di RSUP M Djamil: MDP Nyatakan Nakes Tidak Bersalah, Keluarga Kecewa 
Kasus Kematian Bayi Alceo di RSUP M Djamil: MDP Nyatakan Nakes Tidak Bersalah, Keluarga Kecewa