Langgam.id – Tradisi sapi kurban presiden di Sumatera Barat (Sumbar) mencatat sejarah baru pada Idul Adha 2026. Seekor sapi jenis Brangus berbobot 1,27 ton milik peternak asal Kabupaten Agam, resmi menjadi sapi kurban presiden terberat sepanjang sejarah pengadaan kurban kepresidenan di Sumbar.
Dari data yang dihimpun Langgam.id dari berbagai sumber, sapi kurban presiden di Sumbar pada era Presiden Prabowo Subianto berhasil melampaui rekor tertinggi yang pernah dicapai pada masa Presiden Joko Widodo selama dua periode kepemimpinan 2014–2024.
Rekor terbaru itu berasal dari sapi jenis Brangus milik Arief Muchlas Aulia, peternak asal Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam. Sapi dengan bobot mencapai 1,27 ton tersebut dialokasikan untuk wilayah Kabupaten Agam pada momentum Idul Adha 2026.
Kehadiran sapi jumbo itu sekaligus memperkuat perhatian publik terhadap perkembangan sapi kurban presiden di Sumbar yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan kualitas dan bobot ternak.
Rekor baru ini lahir di tengah perubahan pola distribusi hewan kurban pada masa Presiden Prabowo. Jika sebelumnya pengadaan kurban cenderung terpusat dengan satu ekor sapi besar untuk tingkat provinsi, kini pola distribusi dilakukan secara lebih luas dengan penyaluran hingga 20 ekor sapi ke berbagai kabupaten dan kota di Sumbar.
Kebijakan tersebut dinilai memberi dampak langsung terhadap geliat peternakan lokal. Para peternak di daerah mulai terdorong menghasilkan ternak dengan kualitas unggul dan bobot ekstrem karena peluang distribusi menjadi lebih besar.
Selain sapi Brangus 1,27 ton dari Kabupaten Agam, pada periode Presiden Prabowo juga tercatat beberapa sapi berbobot jumbo lainnya. Pada tahun 2025 misalnya, seekor sapi jenis Simental berbobot 1,1 ton disalurkan ke Kabupaten Tanah Datar.
Sementara pada tahun 2026, Kota Padang juga menerima dua sapi berbobot besar yakni sapi jenis Belgian Blue seberat 1,1 ton dan sapi Simental bernama “Marlboro” dengan bobot serupa.
Jika dibandingkan dengan era Presiden Joko Widodo, tradisi pengadaan sapi kurban berbobot di atas satu ton sebenarnya sudah dimulai sejak 2015. Pada masa itu, sapi kurban presiden umumnya dipusatkan untuk penyembelihan di Masjid Raya Sumbar.
Berdasarkan data pengadaan selama dua periode pemerintahan Jokowi, bobot tertinggi sapi kurban presiden di Sumbar berada pada angka 1,2 ton. Rekor tersebut tercatat dalam tiga tahun berbeda.
Pada tahun 2016, sapi jenis Limosin dari Kabupaten Limapuluh Kota mencapai bobot 1,2 ton. Rekor serupa kembali muncul pada tahun 2021 melalui sapi Simental asal Kabupaten Agam.
Kemudian pada tahun 2023, sapi jenis Limosin Cross dari Kota Padang Panjang kembali menyamai bobot tertinggi tersebut dengan capaian 1,2 ton. Namun capaian itu kini resmi terlampaui. Sapi Brangus era Presiden Prabowo pada Idul Adha 2026 unggul 70 kilogram lebih berat dibanding rekor tertinggi pada masa Presiden Jokowi.
Perbandingan data tersebut memperlihatkan bagaimana perubahan sistem distribusi kurban ikut membuka peluang lahirnya peternak-peternak lokal dengan kemampuan menghasilkan sapi berbobot sangat besar di berbagai daerah. (WAN)






