Jeritan Pedagang Soal Antrean Biosolar di SPBU Ampang Padang: Toko Terhalang, Pendapatan Berkurang

Jeritan Pedagang Soal Antrean Biosolar di SPBU Ampang Padang: Toko Terhalang, Pendapatan Berkurang

Antrean kendaraan yang mengisi biosolar di SPBU Ampang menutupi toko-toko pedagang. (Fajar Hadiansyah/Langgam.id)

Langgam.id – Antrean panjang kendaraan yang mengisi Biosolar di SPBU Ampang, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mulai dikeluhkan para pedagang. Mereka mengaku terdampak karena akses tokonya menjadi sempit hingga tertutup. 

Pantauan Langgam.id pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, antrean kendaraan mengular hingga keluar dari area SPBU. Kendaraan didominasi truk box, pikap hingga travel antarkota. 

Kendaraan-kendaraan itu memadati badan jalan dan menutup sejumlah toko di kawasan tersebut. Hal ini dikeluhkan pedagang, salah satunya Yuli Asna, yang membuka usaha makanan batagor hingga beras.

Yuli mengaku kesal, karena kendaraan yang mengantre kerap memepet hingga menutupi tokonya. Padahal, sudah diberikan batas agar kendaraan tidak berhenti terlalu dekat dengan bangunan toko.  

“Saya sudah ingatkan jangan terlalu pepet, tapi masih saja maju. Kadang sampai cekcok,” katanya kepada Langgam.id, Jumat (22/5/2026).

Antrean kendaraan tersebut, kata Yuli, berdampak terhadap pendapatannya. Karena tokonya jadi tidak terlihat, akses masuk juga sempit.  

“Kalau beras biasanya orang beli sore atau magrib. Saya kesal akses ke toko jadi sempit dan sulit terlihat pembeli,” keluhnya.  

Yuli mengungkapkan, kondisi antrean BBM sempat memicu kecelakaan lalu lintas beberapa hari lalu. Sepeda motor ojek online yang membawa anak sekolah ditabrak kendaraan yang sedang memutar dari antrean solar.

“Waktu itu mobil yang antre putar arah, tak tahunya ada ojol lewat langsung tertabrak,” ucaonya. 

Keluhan serupa disampaikan pedagang santan, Rahmad. Ia mengaku pendapatannya mulai menurun sejak antrean Biosolar semakin padat di kawasan Ampang.

“Biasanya pagi bisa 10 orang beli santan, sekarang paling banyak enam orang,” ujarnya.

Kata Rahmad, banyak pelanggan enggan berhenti karena kondisi jalan macet akibat antrean kendaraan pengisi BBM. Akibatnya, dirinya kini mengurangi stok santan agar tidak basi.

“Sekarang saya stok sedikit saja, sekitar dua liter. Kalau banyak nanti basi dan rugi,” jelasnya. (WAN) 

Baca Juga

Dokumen saat masyarakat mengikut CFD Padang. (Dok.Langgam.id)
CFD Padang Kembali Digelar Besok, Dua Pekan Terhenti Gegara Kabut Asap
Diduga Korsleting Listrik, Rumah 2 Lantai Terbakar di Padang
Diduga Korsleting Listrik, Rumah 2 Lantai Terbakar di Padang
Tempat Hiburan Malam dan Peredaran Miras Jadi Sorotan di Padang, Polisi Gelar Rakor
Tempat Hiburan Malam dan Peredaran Miras Jadi Sorotan di Padang, Polisi Gelar Rakor
Air PDAM Tak Mengalir, Warga Sawahan Padang Terpaksa Mandi di Masjid
Air PDAM Tak Mengalir, Warga Sawahan Padang Terpaksa Mandi di Masjid
Kualitas Udara Sejumlah Daerah di Sumbar Tidak Sehat, Padang Masih Kategori Sedang
Kualitas Udara Sejumlah Daerah di Sumbar Tidak Sehat, Padang Masih Kategori Sedang
Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatra Barat dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak terhadap bahan pokok,
Harga Pangan Padang Hari Ini: Cabai Hijau Turun, Rawit Merah Masih Tinggi