Langgam.id- Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Teheran, usai konflik yang semakin memanas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
“Di tengah eskalasi yang semakin meningkat, tadi siang juga saya sudah memerintahkan kepada dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi,” ujar Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Istana Kepresidenan, Jakarta, ditulis Rabu (4/3).
Tahap awal, KBRI di Teheran sudah memastikan setidaknya ada 15 WNI yang siap dievakuasi. Hanya saja proses evakuasi dilakukan melalui Kota Baku di Azerbaijan.
“Evakuasi dari Teheran itu mereka harus di bawa ke Baku (Azerbaijan). Dari Teheran ke Baku itu 10 jam perjalanan darat,” ujarnya.
Ia mengatakan, tidak semua WNI di wilayah terdampak konflik memilih untuk meninggalkan Iran. Pemerintah menghormati keputusan masing-masing warga. Namun, bagi mereka yang merasa perlu untuk kembali ke Tanah Air, negara memastikan prosesnya difasilitasi.
“Kita sampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,” lanjutnya.
Evakuasi akan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan situasi keamanan di lapangan. Pemerintah terus memantau perkembangan terbaru, mengingat kondisi kawasan yang dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Sugiono mengakui, situasi ke depan masih sulit diprediksi. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci.
Ia menegaskan arahan Presiden agar seluruh jajaran pemerintah bersiap menghadapi segala kemungkinan.
“Saya kira situasi ke depan masih akan terus berkembang, kita akan melihat apa yang akan terjadi. Tapi tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apapun yang akan terjadi kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” katanya.






