Langgam.id — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) terus mengintensifkan penyerapan gabah dan beras petani sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di tingkat produsen. Pada Rabu (19/2), kegiatan penyerapan dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman sebagai bentuk komitmen mendukung petani lokal dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Perum Bulog Kanwil Sumbar, R. Darma Wijaya, mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal, terutama pada masa panen raya awal tahun.
“Penyerapan ini bertujuan menjaga harga gabah tetap stabil di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan stok beras bagi masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Sumatera Barat, produksi padi di Sumbar pada 2025 mencapai sekitar 1,4 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), dengan Kabupaten Padang Pariaman menjadi salah satu sentra produksi utama. Pada musim panen awal 2026, potensi produksi di Padang Pariaman diperkirakan mencapai puluhan ribu ton GKG.
Sementara itu, secara nasional, target pengadaan beras oleh Bulog pada 2026 diproyeksikan mencapai jutaan ton untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Hingga pertengahan Februari 2026, realisasi serapan di wilayah Sumbar telah mencapai ribuan ton gabah dan beras, yang sebagian besar berasal dari sentra produksi di Padang Pariaman, Solok, dan Pasaman.
Harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani tetap mengacu pada ketentuan pemerintah guna melindungi pendapatan petani dari fluktuasi harga pasar. Dengan adanya kepastian harga dan penyerapan oleh Bulog, petani diharapkan dapat memperoleh keuntungan yang layak serta meningkatkan semangat produksi pada musim tanam berikutnya.
Langkah penyerapan ini juga menjadi bagian dari strategi stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri, periode di mana permintaan beras cenderung meningkat. Dengan stok yang terjaga, pemerintah optimistis inflasi pangan dapat dikendalikan dan distribusi beras kepada masyarakat tetap lancar.
Melalui kolaborasi antara Bulog, pemerintah daerah, dan petani, diharapkan produksi, kualitas, serta kesejahteraan petani terus meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Barat.






