Pastikan Keamanan Pangan, BPOM Sidak di Pasar Pabukoan Imam Bonjol

Langgam.id – Memastikan keamanan pangan selama Ramadan, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Martin Suhendri, beserta jajaran melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pabukoan, Kamis (26/2/2026).

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pasar Pabukoan Imam Bonjol yang berada di pusat Kota Padang. Kegiatan ini merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan guna memastikan makanan dan minuman yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.

Martin Suhendri menjelaskan, pengawasan dilakukan dengan mengambil berbagai sampel pangan untuk diuji langsung menggunakan mobil laboratorium keliling. Selain pengujian, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi pedagang dan masyarakat terkait keamanan pangan.

“Sejauh ini kami telah melakukan pengawasan di sejumlah kota dan kabupaten dengan hasil pengujian yang memuaskan. Khusus di Kota Padang, kami menargetkan pengambilan sekitar 20 hingga 25 jenis sampel pangan selama Ramadan, dengan fokus pada makanan siap saji, termasuk takjil yang dijual di pusat keramaian,” ujarnya.

Martin juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat memilih pangan olahan melalui slogan Cek KLIK, yakni Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa. Ia pun turut mengimbau masyarakat mewaspadai ciri-ciri pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya.

“Misalnya mie atau ikan yang tidak dihinggapi lalat sebagai indikasi mengandung formalin, makanan yang terlalu kenyal seperti karet yang diduga mengandung boraks, serta kerupuk berwarna merah muda mencolok dan berpendar yang diduga mengandung pewarna tekstil Rhodamin B,” tegasnya.

Lebih lanjut, Martin mengungkapkan bahwa menjelang Lebaran, BBPOM di Padang juga akan melakukan pengawasan khusus terhadap paket parcel. Langkah ini bertujuan mencegah produk yang mendekati masa kedaluwarsa dimasukkan ke dalam kemasan parcel.

“Kami mengimbau pelaku usaha memastikan setiap produk dalam parcel memiliki masa kedaluwarsa minimal tiga minggu setelah Hari Raya Idulfitri. Ketentuan ini penting karena masyarakat umumnya tidak langsung mengonsumsi seluruh isi parcel saat Lebaran,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif BBPOM di Padang yang rutin melakukan pengawasan pangan selama Ramadan.

“Kehadiran petugas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat membeli takjil dan kebutuhan Lebaran memberikan rasa aman bagi konsumen,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pedagang untuk menjaga kualitas dan keamanan produk yang dijual agar kepercayaan masyarakat terhadap pangan yang beredar di Kota Padang tetap terjaga.

“Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat. Kita ingin memastikan warga merasa aman menikmati hidangan, terutama selama Ramadan hingga menjelang Lebaran ketika variasi makanan semakin banyak,” pungkasnya.

Baca Juga

Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BPOM temukan penyebab keracunan pelajar SD di Gunung Sariak Padang.
BPOM Temukan Penyebab Keracunan Puluhan Siswa SD di Gunung Sariak Padang
BPOM Padang menduga penyebab keracunan puluhan siswa SDN 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang karena mikroba.
BPOM Duga Penyebab Keracunan Puluhan Siswa di Padang karena Mikroba
Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menerjunkan tim untuk menelusuri penyebab keracunan puluhan siswa dan warga di Gunung Sarik
Kata BPOM Padang Soal Siswa SD Keracunan di Gunung Sarik
Sidak Pasar Pabukoan di Padang, BPOM Periksa 11 Sampel Makanan
Sidak Pasar Pabukoan di Padang, BPOM Periksa 11 Sampel Makanan
Selama Ramadan, BPOM Padang Sisir 19 Titik Pasar Pabukoan di Sumbar
Selama Ramadan, BPOM Padang Sisir 19 Titik Pasar Pabukoan di Sumbar
Sidak Makanan ke Pasar Lubuk Buaya, Anggota DPR RI Tak Temukan Bahan Berbahaya
Sidak Makanan ke Pasar Lubuk Buaya, Anggota DPR RI Tak Temukan Bahan Berbahaya