Kinerja Perbankan Sumbar 2025: Aset Tembus Rp85,37 Triliun

Kinerja Perbankan Sumbar 2025: Aset Tembus Rp85,37 Triliun

Uang rupiah. [Foto: pixabay]

Langgam.id — Kinerja industri perbankan di Sumatera Barat sepanjang 2025 menunjukkan ketahanan yang tetap solid di tengah dinamika perekonomian. Hingga Desember 2025, total aset perbankan di Sumbar tercatat mencapai Rp85,37 triliun atau tumbuh sebesar 1,64 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat, Roni Nazra, menyampaikan bahwa pertumbuhan aset tersebut mencerminkan stabilitas sektor jasa keuangan daerah serta terjaganya fungsi intermediasi perbankan.

“Secara umum, kinerja perbankan Sumatera Barat pada 2025 masih terjaga dengan baik. Pertumbuhan aset, kredit, dan dana pihak ketiga menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap kuat,” ujar Roni Nazra dikutip Senin (9/2/2026).

Dari sisi penyaluran dana, total kredit dan pembiayaan yang disalurkan perbankan Sumbar mencapai Rp73,86 triliun atau tumbuh 0,68 persen (yoy). Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp58,98 triliun, tumbuh cukup kuat sebesar 5,09 persen (yoy).

Roni menambahkan, kualitas kredit juga masih dalam kondisi aman meskipun terdapat peningkatan rasio kredit bermasalah. Rasio Non Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 2,67 persen, naik dibandingkan posisi Desember 2024 yang sebesar 2,10 persen, namun masih berada dalam batas aman.

“Kami terus mendorong perbankan agar memperkuat manajemen risiko dan kualitas penyaluran kredit, khususnya di tengah tantangan ekonomi yang masih dinamis,” katanya.

Penyaluran kredit kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp31,06 triliun atau sekitar 42,06 persen dari total kredit. Namun, secara tahunan kredit UMKM mengalami kontraksi sebesar 1,41 persen (yoy).

Pada sektor perbankan syariah, kinerja justru menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi. Total aset perbankan syariah di Sumbar mencapai Rp14,36 triliun atau tumbuh 10,58 persen (yoy). Penghimpunan DPK tercatat sebesar Rp11,20 triliun atau tumbuh 2,74 persen (yoy), sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp12,10 triliun atau meningkat 14,27 persen (yoy).

“Perbankan syariah terus menunjukkan perkembangan yang positif, baik dari sisi aset maupun pembiayaan. Ini menjadi potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Roni.

Risiko pembiayaan perbankan syariah juga relatif terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 1,75 persen, meskipun sedikit meningkat dari 1,32 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Bank Perekonomian Rakyat (BPR), baik konvensional maupun syariah, juga mencatatkan kinerja yang solid. Total aset BPR di Sumbar mencapai Rp3,12 triliun atau tumbuh 11,35 persen (yoy). Penghimpunan DPK tercatat Rp2,29 triliun atau tumbuh 9,44 persen (yoy), dengan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp2,25 triliun atau tumbuh 7,61 persen (yoy).

Menariknya, sekitar 71,39 persen dari total kredit dan pembiayaan BPR disalurkan kepada sektor UMKM, menegaskan peran strategis BPR dalam mendukung ekonomi kerakyatan di Sumatera Barat.

Ke depan, OJK Sumbar akan terus mendorong penguatan perbankan daerah agar mampu menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat secara berkelanjutan.

Tag:

Baca Juga

Perbankan Syariah Sumbar Tumbuh 2 Digit, Aset Capai Rp14,36 Triliun pada 2025
Perbankan Syariah Sumbar Tumbuh 2 Digit, Aset Capai Rp14,36 Triliun pada 2025
OJK Catat Restrukturisasi Kredit Terdampak Bencana di Sumbar Capai Rp 38,9 Miliar
OJK Catat Restrukturisasi Kredit Terdampak Bencana di Sumbar Capai Rp 38,9 Miliar
OJK Cabut Izin Usaha BPR Suliki Gunung Mas
OJK Cabut Izin Usaha BPR Suliki Gunung Mas
Peringatan Bulan Inklusi Keuangan di Sumbar, OJK Dorong Akses Keuangan Merata
Peringatan Bulan Inklusi Keuangan di Sumbar, OJK Dorong Akses Keuangan Merata
Waspadai Pinjol dan Investasi Ilegal, OJK Sumbar Gencarkan Edukasi Keuangan
Waspadai Pinjol dan Investasi Ilegal, OJK Sumbar Gencarkan Edukasi Keuangan
Dampak Covid-19 sumbar
Rasio Kredit Bermasalah Perbankan Sumbar Naik, OJK: Tetap Terkendali