12 Hari Pasca Galodo Silareh Aia, 68 Orang Masih Hilang

Personil kepolisian membawa jenazah korban galodo di Nagari Salareh Aia Timur.

Personil kepolisian membawa jenazah korban galodo di Nagari Salareh Aia Timur.

Langgam.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Agam mencatat 68 orang masih hilang dan dalam pencarian pada hari ke-12 setelah banjir bandang atau galodo yang menerjang di nagari di Palembayan.

Kalaksa BPBD Kabupaten Agama Rahmad Lasmono dalam laporan menyatakan perkembangan pencarian korban galodo di Palembayan hingga 8 Desember 2025 telah menemukan 136 korban meninggal. Sementara itu, 68 orang lainnya masih dalam pencarian. 

Sementara itu, Rahmad menyebutkan, untuk total jumlah korban di Kabupaten Agam 168 orang meninggal dunia dan 72 orang lainnya masih hilang. Jumlah tersebut dirangkum dari bencana banjir dan longsor yang terjadi di Palembayan, Matur, Malalak, Tanjung Raya, Palupuh, serta di Ampek Nagari.

BPBD mencatat jumlah pengungsi akibat bencana tersebut mencapai 5.242 orang. Kemudian, 600 rumah mengalami rusak berat, 359 rusak sedang dan 493 rusak ringan. Pemerintah Kabupaten Agam mencatat total kerugian dari becanca ini mencapai Rp626 juta.

Sebelumnya, tim gabungan pencari korban banjir bandang masih terkendala dengan medan yang masih ditimbun lumpur yang cukup tinggi. Salah satunya di daerah Kayu Pasak Nagari Salareh Aia Kecamatan Palembayan Agam.

Bahkan terdapat satu area di Kayu Pasak yang masih belum dijamah secara keseluruhan oleh tim gabungan lantaran lumpur tebal serta kayu berdiameter besar  yang menghalangi proses evakuasi.

“Ada satu titik yang cakupan dampak kerusakannya cukup luas sehingga belum bisa di cover yaitu di Kayu Pasak bagian selatan, serta di Sawah Laweh,” ujar Kapolres Agam AKBP Muari.

Muari mengatakan, kawasan Kayu Pasak area selatan tersebut menjadi salah satu titik fokus penyisiran pencarian korban, sebab ia menduga masih ada korban di lokasi tersebut. “Dalam beberapa hari terakhir selalu ada korban yang kami temukan di sana, kemungkinan masih ada korban yang tertimbun di sana,” ujarnya.

Ia menegaskan untuk area lain sudah bisa diakses oleh tim pencari termasuk jorong yang terisolir sebelumnya. Beberapa jembatan darurat menggunakan batang pinang telah bisa menghubungkan seluruh wilayah terdampak. (fx)

Baca Juga

Jalur Padang–Painan Kembali Dibuka Usai  Putus Total
Jalur Padang–Painan Kembali Dibuka Usai  Putus Total
Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp. 3.7 miliar untuk jasa tenaga keamanan.
Pemprov Anggarkan Rp399 Juta Beli Sofa Rumah Dinas, Setara 6 Unit Huntap Korban Banjir
BEMSI Sumbar Soroti Anggaran Renovasi Rumah Dinas Mahyeldi-Vasko
BEMSI Sumbar Soroti Anggaran Renovasi Rumah Dinas Mahyeldi-Vasko
Tinjau Sekolah Rakyat di Padang, Ombudsman RI Minta Perkuat Sistem Pencegahan Kekerasan Seksual
Tinjau Sekolah Rakyat di Padang, Ombudsman RI Minta Perkuat Sistem Pencegahan Kekerasan Seksual
Langgam.id-kereta api kayu tanam - BIM
Pakar Ungkap Tantangan Berat Reaktivasi Kereta Api di Sumbar, Tak Sekadar Membangun Rel!
Anggaran DPRD Sumbar 2026 disorot
Anggaran Janggal Miliaran Rupiah DPRD Sumbar