Kisah Penjual Es Krim Cari Istri yang Hilang saat Galodo, Bawa Sehelai Foto dari Posko ke Posko

Menjelang azan magrib berkumandang, Abdul Gani (57) masih hilir mudik di posko BPBD di Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam,

Abdul Gani memperlihatkan foto istrinya, Marsoni. [foto: S. Taufiq]

Langgam.id – Menjelang azan magrib berkumandang, Abdul Gani (57) masih hilir mudik di posko BPBD di Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, untuk mencari keberadaan istrinya.

Di tangannya ada sehelai foto istrinya selalu ia tunjukan kepada setiap orang yang ditemui, berharap ada yang pernah melihat sosok sang istri, baik dalam keadaan selamat atau pun tidak.

Empat hari sudah Abdul Gani berseliweran dari posko ke posko mencari istrinya Marsoni (40). Setiap bertemu tim pencari korban, Abdul Gani selalu meminta tolong untuk mengabarinya jika ada menemukan sang istri.

“Ini foto istri saya pak, kalau ada yang melihat tolong kabari saya. Saya sudah ikhlas apakah ia ditemukan tidak selamat, yang penting saya tahu bagaimana kabarnya,” ujar Abdul Gani, Selasa (2/12/2025).

Foto Marsoni itu tersebut dicetak Gani di kertas hvs A4 pada Sabtu kemarin. Ia dikabari oleh kerabatnya ada menyimpan foto Marsoni di sosial media.

“Kebetulan ada saudara yang bisa print, saya minta tolong printkan foto istri saya,” katanya.

Sejak lima tahun yang lalu, Abdul Gani hanya tinggal berdua dengan Marsoni. Anak semata wayangnya meninggal pada 2020. Saat kejadian banjir bandang atau galodo menghantam Silareh Aia, Kamis sore (27/11/2025), Abdul Gani masih belum sampai di rumah.

Sore itu, ia dalam perjalanan pulang dari rutinitasnya sebagai penjual es krim keliling dengan sepeda motornya. Biasanya ia berjualan di sekitaran Salareh Aia hingga kampung sebelah.

Abdul Gani kemudian mendengar kabar ada galodo di Salareh Aia. Di tengah hujan yang masih turun, ia bergegas menuju rumahnya di Jorong Subarang Aia.

Namun saat itu banjir bandang sudah menerjang daerah tersebut, jembatan penghubung ke Subarang Aia sudah ditelan oleh arus galodo yang tinggi.

“Kata orang-orang rumah saya sudah habis, rata dengan tanah disapu galodo,” ujar Abdul.

Kini Abdul Gani hanya memiliki pakaian yang ia kenakan sejak kejadian, beserta satu motor kendaraan berjualan. Sedangkan harta benda yang lain sudah raib.

Ia meyakini saat kejadian Marsoni sedang di rumah. Ia berharap sang istri dapat menyelamatkan diri dari banjir itu.

“Saya sudah ikhlas dia akan dikebumikan di mana pun, yang penting saya tahu kalau dia sudah ditemukan,” ujar Abdul Gani. (fx)

Baca Juga

Warga Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, masih merasakan dampak berat pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah
Kementerian PU Kebut Normalisasi Sungai Batang Kuranji Pascabencana
Pemkab Agam Sambut Tim PDEI Sumbar, Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Korban Bencana
Pemkab Agam Sambut Tim PDEI Sumbar, Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Korban Bencana
PDEI Sumatra Barat menunjukkan kepedulian dan kontribusinya dalam membantu masyarakat Agam, khususnya bagi yang terdampak bencana
Kunjungi Agam, FDEI Sumbar Berikan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Bagi Warga
Jembatan Kembar yang berada di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat direncanakan akan menjadi lokasi pembangunan
Monumen Galodo Sumatra Direncanakan Bakal Dibangun di Jembatan Kembar Padang Panjang
AMSI menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang melanda berbagai wilayah
Kerugian Pascabencana di Agam Capai Rp7,99 Triliun
Menko Polhukam Sambangi Salareh Aia
Menko Polhukam Sambangi Salareh Aia