Perusakan Rumah Doa GKSI di Padang, Dua Anak Jadi Korban

Dua orang anak menjadi korban kekerasan saat aksi pembubaran dan perusakan rumah doa jemaat umat Kristen dari GKSI Anugerah Padang

Polisi berjaga di Rumah Doa GKSI Padang Sarai, Kota Padang, Senin (28/7/2025). [foto: Taufiq Siddiq]

Langgam.id – Dua orang anak menjadi korban kekerasan saat aksi pembubaran dan perusakan rumah doa jemaat umat Kristen dari Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Anugerah Padang di Kota Tangah, Kota Padang pada Minggu (27/7/2025) sore.

Kuasa hukum akan membuat laporan ke Polda Sumbar terkait insiden perusakan oleh massa tersebut. Kuasa hukum korban, Yutiasa Fakho menyebutkan ada dua anak yang mengalami kekerasan fisik.

Satu anak perempuan mengalami memar di bagian punggung diduga akibat dipukul dengan balok kayu. Sementara satu anak perempuan lagi cidera kaki akibat ditendang oleh orang dewasa.

“Sementara anak-anak lainnya mengalami dampak psikologis akibat aksi perusakan oleh massa tersebut,” ujar Fukho di lokasi kejadian, Senin (28/7/2025).

Berdasarkan keterangan dari pendeta, jumlah anak yang mengikuti kelas agama di rumah doa saat kejadian sekitar 30 anak, ditambah dengan lima orang guru pengajar.

Fukho menyebutkan kejadian terjadi tidak lama setelah proses kelas dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu Pimpinan Rumah Doa, Pendeta Fatiaro Dachi dipanggil oleh keluar.

“Saat itu di depan rumah doa sudah ramai oleh massa. Tidak lama berselang sejumlah oknum menyarang dan merusak rumah doa,” katanya.

Berdasarkan video kejadian yang viral di sosial media tampak beberapa oknum memecahkan jendela kaca dengan menggunakan balok kayu panjang. Kemudian merusak pagar kayu di teras rumah doa. Sementara itu para ibu tampak menyelematkan anak-anak yang histeris akibat aksi perusakan tersebut.

Fukho mengatakan aksi kekerasan tersebut tidak bisa ditolerir dan harus diporses secara hukum. “Perlu digarisbawahi ini bukan unsur sara, yang kita laporkan adalah aksi kekerasan dan penyerangan yang dilakukan,” katanya.

Ia juga sudah menyiapkan sejumlah bukti seperti video kejadian dan keterangan dari saksi. “Kita juga akan masih mendalami kasus ini ke berbagai saksi lainnya,” katanya.

Sebelumnya, kepolisian juga telah menangkap sembilan orang terkait aksi tersebut. “9 orang telah kita amankan untuk diperiksa lebih lanjut,” ujar Wakapolda Sumbar Brigadir Jenderal Solihin. (*/y)

Baca Juga

Kirab Api Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk Tahap Final, Ini Rute di Kota Padang
Kirab Api Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk Tahap Final, Ini Rute di Kota Padang
Detik-Detik Menegangkan Remaja Terjebak Arus Deras Sungai di Padang
Detik-Detik Menegangkan Remaja Terjebak Arus Deras Sungai di Padang
Dokumen saat masyarakat mengikut CFD Padang. (Dok.Langgam.id)
CFD Padang Kembali Digelar Besok, Dua Pekan Terhenti Gegara Kabut Asap
Wapres Gibran Tiba di Lokasi Galodo Solok, Tinjau Langsung Sungai Batang Baliang
Wapres Gibran Tiba di Lokasi Galodo Solok, Tinjau Langsung Sungai Batang Baliang
Sisa lumpur galodo di sejumlah rumah warga di Arusoka, Kabupaten Solok, Rabu (23/9/2026)/ Ghafar.
Kalang Kabut Para Pedagang Menyelamatkan Nyawa dari Arus Galodo Solok
Galodo Hantam Kantor Dinas PUPR Kabupaten Solok, 80 Persen Bangunan Rusak
Galodo Hantam Kantor Dinas PUPR Kabupaten Solok, 80 Persen Bangunan Rusak