122 Wali Nagari di Pesisir Selatan Diperpanjang Masa Jabatannya Jadi 8 Tahun

Sebanyak 122 wali nagari di Pesisir Selatan diperpanjang masa jabatannya menjadi 8 tahun. Pengukuhan ke-122 wali Bupati Pesisir Selatan,

Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar mengukuhkan kembali 122 orang wali nagari yang diperpanjang masa jabatannya menjadi 8 tahun. [foto: pesisirselatankab.go.id]

Langgam.id – Sebanyak 122 wali nagari di Pesisir Selatan diperpanjang masa jabatannya menjadi 8 tahun. Pengukuhan ke-122 wali nagari ini dilakukan oleh Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar, Jumat (28/6/2024).

Diperpanjangnya jabatan wali nagari ini sesuai dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dimana masa jabatan kepala desa yang semula 6 tahun menjadi 8 tahun.

Pengukuhan wali nagari di Pesisir Selatan dilakukan bagi yang masa jabatannya berakhir pada 2024. Namun karena ada perubahan UU maka ketentuan masa jabatan 6 tahun diubah menjadi 8 tahun dengan masa jabatan 2 periode.

Plt Kepala Dinas Peberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Pessel Salman Alfarisi Brutu mengatakan, bahwa dari 182 wali nagari, 122 di antaranya dikeluarkan keputusan perpanjangan jabatan.

“122 orang diperpanjang, 2 sedang menghadapi proses hukum, sementara sisanya dijabat oleh Penjabat wali nagari,” ujar Salman dilansir dari pesisirselatankab.go.id, Sabtu (29/6/2024).

Salman menambahkan, bahwa dari 182 wali nagari, terdapat 58 orang penjabat sembari menunggu pelaksanaan pemilihan wali nagari (Pilwana).

Sementara itu, Bupati Pessel Rusma Yul Anwar mengharapkan kepada para wali nagari untuk turut membantu program pemerintah daerah. Di antaranya program beasiswa pada perguruan tinggi.

“Kita sudah kerjasama dengan Unand, dan 400 kuota masuk jalur kerjasama, namun tak terisi penuh,” bebernya.

Ia mengatakan, bahwa upaya Pemda membangun Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus penting untuk membangun peradaban di masa depan.

“Jika ada pilihan membangun dapur dan sekolah anak, maka pasti bapak dan ibu memilih sekolah anak,” ucapnya.

Rusma mengungkapkan bahwa membangun fisik hanya butuh hitungan bulan dan hasilnya bisa terlihat. Namun membangun SDM butuh kesabaran. (*/yki)

Baca Juga

Sejumlah potongan tubuh diduga milik mayat di aliran sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
Keluarga Minta Diusut Tuntas, Punggung Guru yang Meninggal di Mes Polisi Pesisir Selatan Memerah
Sosok mayat perempuan ditemukan di aliran sungai di Nagari Barung Barung Balantai, Kacamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan,
Kasus Guru PPPK Meninggal di Mes Polisi, Orang Tua Korban Beberkan Kejanggalan
Sejumlah potongan tubuh diduga milik mayat di aliran sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
Guru PPPK Meninggal di Kamar Mes Polisi, Kasus Masih Diselidiki
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, BI Sumbar Bawa Rp 5,9 Miliar ke Mentawai
Pengusaha Dapur MBG di Pesisir Selatan Polisikan Yayasan dan Pemilik Lahan, Klaim Rugi Rp1 Miliar
Ilustrasi pocong. (Dok. AI)
Heboh Video “Pocong Begal” Gegerkan Warga Pesisir Selatan, Ini Kata Polisi
Tim SAR evakuasi jasad bocah 10 tahun yang ditemukan meninggal. (Foto: Basarnas Padang)
Bocah 10 Tahun yang Hilang Terseret Arus Muara di Pisisir Selatan Ditemukan Meninggal