Kecelakaan Libatkan Banyak Kendaraan di Kawasan Sitinjau Lauik

Kecelakaan Libatkan Banyak Kendaraan di Kawasan Sitinjau Lauik

Foto: Tangkapan Layar dari Video Kecelakaan di Kawasan Sitinjaui Lauik, Sabtu (28/10/2023)

Langgam.id – Kecelakaan beruntun melibatkan banyak kendaraan terjadi di Jalan Raya Padang – Solok, sekitar kawasan Panorama Dua Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sabtu (28/10/2023). Info sementara, kecelakaan itu melibatkan 7 kendaraan.

“Perkiraan kecelakaan pukul 10 pagi tadi,” ujar Masri, seorang sopir travel Padang – Solok, kepada Langgam.id.

Video yang diterima Langgam.id, terlihat jelas sebuah mobil minibus terjepit antara bus pariwisata dan mobil lainnya. Sehingga kondisi kendaraan itu ringsek.

Di sekitar juga ada mobil lainnya yang ringsek, dan ada pula mobil yang terguling ke bandar di bawah bahu jalan. Rekaman video juga memperlihatkan penumpang dari kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah turun dari bus. Ada juga terdengar suara ratapan.

Hingga saat ini, otoritas seperti kepolisian yang coba dihubungi, belum merespons. Sehingga belum diketahui apakah dalam kejadian ini ada korban jiwa atau tidak. (*/Yh)

Baca Juga

Perwakilah kuasa hukum korban banjir Sumatra di PTUN Jakarta. (Foto LBH Padang)
Korban Banjir Sumbar hingga Aceh Gugat Negara, Tuntut Pemulihan dan Audit Lingkungan
Massa aksi membakar ban dan menutut keadilan kematian Karim di Balai Kota. (Foto: Fajar Hardiansyah/Langgam.id)
Aksi Tuntut Keadilan Kematian Pengamen Karim, Massa “Geruduk” Balai Kota Padang dan Bakar Ban
Tersangka penganiayaan anak berusia tiga tahun saat diamankan polisi. (Foto: Polres Solok)
Kronologi Balita 3 Tahun Luka-luka Dianiaya Ayah Tiri, Dalih Santet hingga Dibawa ke Solok
Petani berajalan di antara lahan sawah yang masih tertimbun material sisa banjir bandang di Kabupaten Solok, Rabu (7/4/2026). Abdul Latif
Perbaikan Sawah Pascabencana Lambat: Ekonomi Petani Terhimpit, Musim Panen Terancam
Wakop di Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar
Viral Warkop di Zona Terlarang Lembah Anai, Walhi Sumbar Sebut Pelanggaran
Oktavinus Warga Nagari Manggu Tana mengumpulkan pasir yang menimbun sawah usai diterjang banjir bandan, Senin 30 Maret 2026. Abdul Latif
Saat Petani Solok Bertahan Hidup dari Sisa Bencana