Usai Tertibkan PKL, Pemko Tawarkan Solusi Pasar Kuliner Pantai Padang

Langgam.id – Pemerintah Kota Padang menawarkan tempat berjualan kepada pedagang kaki lima (PKL) yang mengalami dampak penertiban oleh tim gabungan di sepanjang Pangai Padang pada 16-17 September 2023 lalu.

Tawaran Pemko Padang itu diyakini akan menjawab dan mengatasi persoalan yang ada. Serta akan menjadi lokasi yang nyaman untuk pedagang dan pengunjung.

“Kita menawarkan solusi tempat berdagang kepada pedagang Pantai Padang,” kata Wali Kota Padang Hendri Septa, dikutip Selasa (19/9/2023).

Pemko Padang mengundang enam orang perwakilan pedagang Pantai Padang yang selama ini berjualan di kawasan Lapau Panjang Cimpago (LPC). Mereka bertemu Wali Kota Padang, Wawako Ekos Albar, Asisten I Edi Hasymi, Kepala Dinas Pariwisata Yudi Indra Syani, Plt Kasatpol PP Raju Minropa, Inspektur Arfian, dan lainnya di Balaikota Padang.

Dalam pertemuan itu, Pemko Padang menawarkan tempat berdagang yang baru di kawasan samping Jembatan Cimpago. Kawasan yang sebelumnya menjadi lokasi parkir dijadikan sebagai Pasar Kuliner Pantai Padang. Nantinya, kawasan ini dihuni sebanyak 68 orang pedagang.

“Konsepnya hampir mirip dengan ‘Permindo Night Market’, nantinya pedagang disiapkan tenda dan diisi oleh pedagang untuk berjualan,” kata Hendri Septa.

Dipilihnya kawasan itu bukan tanpa alasan. Samping jembatan Cimpago merupakan tempat yang tepat untuk berdagang dan menjadi solusi untuk penataan pantai.

Sebanyak enam perwakilan pedagang yang hadir berdialog akan menyampaikan konsep yang ditawarkan Pemko Padang ke pedagang lain. Pedagang diberi kesempatan untuk bermusyawarah dan bermufakat. Hasilnya akan diusulkan ke pemerintah kota dalam waktu dekat.

“Sifatnya pedagang kaki lima pantai mengusulkan ke pemerintah, kalau keputusan mutlak pemerintah yang memutuskan,” ujar Ekos Albar.

Ia memastikan pemerintah menyediakan ruang dialog untuk pedagang bermufakat. Pemko juga akan menerima kesepakatan pedagang selama tidak bertentangan dengan ketentuan ketertiban, keamanan, dan keindahan.

“Akan ada pertemuan sesegera mungkin, kami mengharapkan aktivitas berdagang dapat dilaksanakan lagi. Selama tidak ada keputusan pedagang tidak dibolehkan berjualan,” ujar Wawako.

Sementara itu, perwakilan pedagang, Deri mengungkapkan bahwa pihaknya mendukung program-program pemerintah asal diberi tempat untuk berjualan.

“Prinsipnya sangat mendukung program pemerintah, tidak menentang. Aturlah kami asal bisa berjualan,” ujarnya saat audiensi.

Menurutnya, solusi ini nanti akan dibawa ke pedagang lain untuk dirembukkan. Pedagang berjanji akan segera duduk kembali dengan Pemko Padang dan memberikan jawaban.

“Akan kita bawa lagi rencana ini ke pedagang lain,” ucap pedagang itu. (*/Fs)

Tag:

Baca Juga

Sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar) berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tiga hari ke depan, Sabtu-Senin.
Kabupaten Solok dan Pesisir Selatan Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat
Eks Menlu Retno Marsudi Sapa Pagi Lewat Lari Santai di Tepi Pantai Padang
Eks Menlu Retno Marsudi Sapa Pagi Lewat Lari Santai di Tepi Pantai Padang
Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Pemprov Sumbar bentuk tim pengawasan solar di tengah masyarakat guna merespon kelangkaan solar.
Antrean BBM di Padang, Dishub Minta Balai Jalan Tambah Jembatan Darurat di Bungus
Ketua Tim Koordinasi Penanganan Pelanggaran Pemanfaatan Ruang Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat meninjau bangunan rangka besi hotel di Lembah Anai, pada Senin 16 Februari 2026.
Pemprov Minta Pemkab Tanah Datar Awasi Objek Sengketa Penertiban Bangunan di Lembah Anai
Kerangka besi bangunan hotel di simpadan sungai Batang Anai, Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar.
Sengketa Penertiban Bangunan di Lembah Anai, Pemprov Sumbar Tunggu Memori Banding PT HSH
Pakar Ekonomi Unand
Soal RUU PFII, Ekonom UNAND Ingatkan Jangan Hanya Jadi ‘Surga Insentif’ bagi Investor