Langgam.id - Masuki hari ke-5, masyarakat dari Pigogah Patibubur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, masih melaksanakan aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Sumatra Barat, Jumat (4/8/2023).
Mereka memenuhi ruas Jalan Sudirman, di depan Kantor Gubernur Sumbar. Ada sekitar 1.500 massa yang ikut aksi. Mulai dari orang dewasa, pemuda, dan anak-anak sekolah.
Koordinator lapangan aksi Haris Ritonga (36) mengatakan, mereka tetap bertahan agar kegiatan sehari-hari bisa normal kembali.
Masyarakat berharap agar diberi ketenangan untuk beraktivitas dan diberi kebebasan di kebun yang mereka tanam.
Sebab sebelumnya ada dua keluarga mereka yang ditangkap Polda Sumbar karena memanen sawit dari kebun yang diklaim pemerintah.
"Kalau panen, pembeli buah sawit kami ditangkap dengan alasan buah dari hutan kawasan, berarti masyarakat tidak dibolehkan memanen hasil kebun mereka sendiri," ucap Haris.
Hal itu turut mengancam masa depan anak-anak mereka. "Kalau orang tua tidak bisa beraktivitas, itu berdampak pada anak-anak kami. Dan bisa ratusan jiwa anak-anak yang berhenti sekolah. Inilah efeknya kalau pemerintah masih melanjutkan program ini," lanjutnya.
Salah seorang warga yang ikut berdemo mengatakan, mereka tidak mengetahui pemerintah mengalihfungsikan lahan mereka menjadi hutan kawasan. Tepatnya pada tahun 2016. Hal itu memicu konflik agraria yang memicu aksi mereka sekarang.
Sebelum tuntutan mereka disetujui, massa aksi tidak akan pulang. " Untuk apa kami pulang kalau keamanan dan kenyamanan kami, tidak ada ditempat kami sendiri," ucap Haris. (yki)