Data Kemendes PDTT: Tak Ada Lagi Nagari Tertinggal di Kabupaten Agam

Dapil Agam pada Pemilihan Umum 2024 mendatang mengalami sejumlah perubahan. Hal itu tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) No. 6 Tahun 2023

Ilustrasi - Peta Kabupaten Agam. [Foto: Dok. Google Map]

Langgam.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menerbitkan keputusan Nomor: 80 tahun 2022 terkait tidak adanya lagi nagari tertinggal di Kabupaten Agam.

Keputusan itu diterbitkan berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) secara nasional tahun 2022. Bahkan, sebanyak 20 nagari sudah berstatus mandiri.

Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam, Asril mengatakan, hasil pengukuran IDM ini, sebanyak 20 nagari di Agam ditetapkan berstatus mandiri.

Hal itu, kata Asril, mengalami peningkatan 100 persen dari tahun lalu yang hanya 10 nagari. Sementara, untuk nagari maju bertambah menjadi 54 nagari, naik dari tahun lalu yang hanya 46 nagari.

Kemudian, peningkatan itu mempengaruhi nagari yang berstatus berkembang, mengalami penurunan dari 26 jadi delapan nagari. “Untuk nagari berstatus tertinggal dan sangat tertinggal tidak ada lagi di Kabupaten Agam,” ujar Asril, Kamis (1/9/2022).

Secara nasional, lanjut Asril, IDM nagari Kabupaten Agam berada pada peringkat ke-37 dari 434 kabupaten di yang ada Indonesia.

Asril menyebut, capaian ini menunjukkan bahwa Pemkab Agam telah mampu memberikan arah yang tepat dalam proses pembangunan dan pemberdayaan nagari, dengan memanfaatkan dana desa dan alokasi dana nagari.

Baca juga: Sosok AKBP Ferry Ferdian, Kapolres Baru di Kabupaten Agam

“Dalam membangun, kita konsen jadikan nagari sebagai episentrum pembangunan, maka OPD teknis juga telah memfokuskan sasaran pembangunan yang tertuang pada renja OPD berbasis pada nagari, sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing nagari,” katanya.

Ikuti berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Dirjen Gakkum Kehutanan, Kementerian Kehutanan menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah bagi warga terdampak bencana yang menghuni huntara
Kemenhut Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah di Huntara Kayu Pasak Agam
BNPB Bangun 267 Huntara di Sumbar, Penyintas Banjir Berangsur Tinggalkan Lokasi Pengungsian
BNPB Bangun 267 Huntara di Sumbar, Penyintas Banjir Berangsur Tinggalkan Lokasi Pengungsian
PDEI Sumatra Barat menunjukkan kepedulian dan kontribusinya dalam membantu masyarakat Agam, khususnya bagi yang terdampak bencana
Kunjungi Agam, FDEI Sumbar Berikan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Bagi Warga
Presiden RI, Prabowo Subianto dijadwalkan akan meninjau langsung pos pengungsian serta hunian sementara (huntara) bagi warga Palembayan
Pemkab Agam Matangkan Persiapan Jelang Kunjungan Presiden Prabowo di Palembayan
Hujan yang masih belum reda hingga Kamis sore (27/11/2025) menunda niat Kapolsek Palembayan, AKP Alwiz S pulang dari Jorong Subarang Laweh
Cerita Kapolsek Palembayan Hilang Kontak Terjebak Galodo
Dua hari setelah jasad ibunya ditemukan, Erika Desra (33) kembali datang ke puing-puing kediaman ibunya di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh
Kisah Erik Temukan Al-Qur’an Milik Ibunya yang Meninggal Akibat Galodo di Agam