Kisah Anak Nelayan di Kota Pariaman yang Lanjutkan Pendidikan dengan Saga Saja

Berita Kota Pariaman - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Wahyuni tak pernah menyangka bisa mendapatkan Program Saga Saja itu.

Wahyuni Sepsintiy saat bertemu dengan Wali Kota Pariaman, Genius Umar. (Foto: Dok. Diskominfo Kota Pariaman)

Berita Kota Pariaman – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Wahyuni tak pernah menyangka bisa mendapatkan Program Saga Saja itu.

Langgam.id – Wahyuni Sepsintiya (22), seorang anak nelayan dan keluaga miskin di Kota Pariaman kini kembali bisa merajut cita-citanya untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.

Wahyuni merupakan salah satu anak di Kota Pariaman yang menerima Program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja).

Wali Kota Pariaman, Genius Umar mengatakan, ia bertemu dengan Wahyuni saat meninjau pembukaan jalan di Desa Balai Naras, Kecamatan Pariaman Utara.

Rumah orang tua Wahyuni merupakan salah satu rumah yang dilewati jalan yang baru dibuka oleh Pemko Pariaman tersebut.

“Saya jumpa sama Wahyuni yang merupakan anak seorang nelayan serta berasal dari keluarga kurang mampu saat meninjau pembukaan lahan. Wahyuni benar-benar ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, makanya kita masukkan dalam program prioritas Saga Saja,” ujar Genius dikutip dari rilis Diskominfo Kota Pariaman, Rabu (9/2/2022).

Bahkan, kata Genius, ia juga sudah instruksikan Dinas Pendidikan dan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) memfasilitasi Wahyuni untuk bisa melanjutkan pendidikan ke kampus vokasi yang bekerjasama dengan Pemko Pariaman.

“Wahyuni ini sangat layak untuk mendapat beasiswa dari program Saga Saja,” ucap Genius.

Tidak hanya itu, Genius Umar juga menyerahkan bantuan untuk orang tua Wahyuni yang berprofesi sebagai nelayan, berupa Cool Box dan Timbangan Digital untuk menjual hasil tangkapan.

Sementara itu, Wahyuni yang sempat bekerja di Jakarta dan pulang karena ibunya sakit, mengucapkan terima kasih kepada Genius Umar.

“Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada pak wali kota dan jajaran, yang telah memfasilitasi saya untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, semoga setelah tamat nanti, saya dapat membantu orang tua,” ujarnya.

Wahyuni memgaku tak pernah menyangka akan mendapatkn bantuan tersebutm, dan bisa kuliah.

Baca juga: Program Saga Saja Antar Pariaman Jadi Kota Sangat Inovatif 2020

“Sebenarnya, mimpi untuk lanjutkan kuliah sudha saya ‘kubur’. Tapi, dengan bertemu dengan Wali Kota Pariaman ini, saya bisa mencicipi bangku kuliah,” katanya.

Dapatkan update berita Kota Pariaman – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Furqan, Desmaelfa Sinar. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Kemenag Sanksi Kepsek MA Al-Furqan, Buntut Biaya Seragam 2 Siswa hingga Pindah Sekolah 
Madrasah Aliyah Al Furqan. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam,id)
Kepsek MA Al Furqan Soal Emosi Tagih Biaya Seragam Siswa: Saya Didesak Pembuat Baju
Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Furqan, Desmaelfa Sinar. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Pengakuan Kepsek MAS Al Furqan Padang Usai Heboh Keluarkan Siswa: Cuma Bercanda, Emosi Sesaat!
Panti Asuhan Nur Ilahi tempat dua siswa AM dan DP tinggal. (Buliza Rahmat/Langgam.id)
Polemik Tunggakan Seragam Rp300 Ribu 2 Siswa di Padang: Putuskan Pindah Sekolah, Kini Dibantu Donatur 
Opini “Bersyukur Masih Nomor Dua” oleh Gamawan Fauzi (Gubernur Sumatera Barat Periode 2005-2009), mengangkat isu tentang capaian pendidikan
Membunuh Ilmu atas Nama Lapangan Kerja: Negara Gagal, Prodi yang Ditutup?
Menteri PDT Apresiasi Akademi Sepak Bola Berbasis Pesantren Pertama Hadir di Pariaman
Menteri PDT Apresiasi Akademi Sepak Bola Berbasis Pesantren Pertama Hadir di Pariaman