Memaknai Berburu Angpao di Kelenteng See Hin Kiong Padang

Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Terkadang, berburu Angpao itu terkesan meminta-minta. Bahkan, ada yang memaksa.

Ilustrasi Angpao. (Foto: Rodnae/pexels.com)

Berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Terkadang, berburu Angpao itu terkesan meminta-minta. Bahkan, juga ada yang memaksa.

Langgam.id – Berbagi Angpao merupakan salah satu tradisi yang dilakonai masyarakat Tionghoa dalam perayaan tertentu, termasuk Imlek.

Bahkan, berbagi uang yang dibungkus dalam kemasan warna merah sebagai hadiah itu juga terus dilestarikan masyarakat Tinghoa di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) hingga saat ini.

Diketahui, Angpao biasanya diberikan kepada anak-anak oleh karib kerabat mereka saat perayaan Imlek.

Namun, di Kota Padang, tepatnya di Kelenteng See Hin Kiong, berburu Angpao menjadi kebiasaan anak-anak di sekitar. Mereka (anak-anak) akan meminta, meskipun terhadap orang yang tak dikenal.

Seorang pendagang di kawasan Kelenteng See Hin Kiong Padang, Sukirman mengatakan, tradisi berbagai Angpao saat Imlek ini menandakan adanya ketimpangan ekonomi.

Bahkan, kata Sukirman, anak-anak yang berburu Angpao terkesan meminta-minta. “Terkadang kesannya anak-anak ini meminta-minta, sampai ada yang memaksa. Sepatutnya kan tidak begitu,” ujarnya kepada Langgam.id, Selasa (1/2/2020).

Pantauan Langgam.id di lokasi, terlihat sekitar puluhan anak memblokade gerbang masuk kelenteng.

Anak-anak yang berburu Angpao itu akan mengadang setiap orang keluar dari kelenteng usai sembahyang.

Seorang anak yang berburu Angpao di lokasi itu mengatakan, bahwa ia datang dari kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan.

Diperkirakan, jarak antara Kelenteng See Hin Kiong dari rumahnya sekitar enam kilometer bila merujuk pada google map.

Anak itu tak datang sendirian, ada puluhan bocah lain seumurannya yang menanti receh demi receh dari orang yang berkunjung ke Kelenteng See Hien Kiong tersebut.

“Saya sudah di sini sejak pukul 09.00 WIB. Kalau sampai sore, bisa dapat Rp50 ribu,” ujar anak itu kepada Langgam.id.

Anak itu termasuk anak yang beruntung dari anak-anak lainnya, sebab dengan tubuhnya yang tinggi, ia lebih mudah menjangkau Angpau yang diberikan orang.

Sementara itu, Erni (37) yang merupakan warga setempat mengatakan, selam ini, keberadaan bocah-bocah pemburu Angpao itu tidak dipermasalahkan pengurus kelenteng ataupun warga Tionghoa yang datang.

Baca juga: Perayaan Imlek di Kelenteng See Hin Kiong Padang Tiadakan Cap Go Meh dan Pasar Malam

“Yang bikin malu itu, kadang anak-anak ini sampai berkelahi sesama mereka. Ada yang sampai mengulurkan tangan ke jendela mobil,” kata Erni. (Nandito Putra)

Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre