Berseteru Saat Organ Tunggal, Pria di Padang Meninggal Usai Ditikam

Diduga gegara rebutan penumpang, dua agen bus antar kota dalam provinsi (AKDP) di Kota Padang terlibat perkelahian hingga berujung penusukan

Penusukan. (Ilustrasi Pixabay)

Langgam.id – Seorang pria di kawasan Pampangan diamankan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Lubuk Begalung, Kota Padang, dinihari Minggu (21/11/21). Dia diduga telah melakukan penusukan saat acara organ tunggal yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Kapolsek Lubuk Begalung AKP Chairul Amri Nasution membenarkan kejadian tersebut. Penangkapan pria berinisial W, 25, itu dilakukan sekitar pukul 02.30 WIB.

“Kejadian ini di acara pernikahan di daerah Pampangan, RT 04 dimana tetangga sebelah rumah yang pesta ini, meminta organ tunggal dihentikan. Tapi korban menolak karena masih ingin menikmati acara,” kata AKP Chairul Amri Nasution saat dihubungi langgam.id, Minggu (21/11/2021).

Penjelasan AKP Chairul Amri Nasution, permintaan menghentikan organ tunggal disampaikan oleh ayah pelaku kepada korban. Ayah pelaku meminta korban dan teman-temannya untuk menghentikan acara organ tunggal karena sudah larut malam.

“Karena rumah pelaku dengan yang menyelengarakan pesta pernikahan hanya dibatasi dinding,” kata Kapolsek. Dari sanalah pemicu awal kejadian.

Setelah pembicaraan korban dan ayah pelaku, pelaku kemudian mendatangi kembali lokasi dan melakukan satu kali penusukan pada korban. Sebilah pisau mendarat di perut bagian kanan. Korban meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Selain korban meninggal, dua orang lain ikut terluka. Polisi berhasilkan mengamankan pelaku sebuah pisau sebagai barang bukti.

“Ketiga korban itu mulutnya bau alkohol. Korban yang meninggal mengalami luka benda tajam di sebelah perut bagian kanan,” kata Kapolsek.

Sementara pelaku saat ini masih dalam perawatan akibat luka bagian jari. Pelaku dikenakan Pasal 351 KUHP ayat (3) atau 338 dengan ancaman tujuh tahun penjara.

AKP Chairul mengimbau masyarakat yang menyelegarakan pesta penikah untuk tidak menyelengarakaan dengan organ tunggal. Hal ini menurutnya akan menimbulkan keramaian yang berakibat fatal di tengah Covid-19. (*)

Tag:

Baca Juga

Kisah Assyifa Siswa di Pariaman Lulus ITB, Dijemput Rektor-Pesan ke WA Ibu yang Sudah Wafat
Kisah Assyifa Siswa di Pariaman Lulus ITB, Dijemput Rektor-Pesan ke WA Ibu yang Sudah Wafat
Banjir bandang di Nagari Batang Pisang, Jorong Pasa, Nagari Maninjau, Kabupaten Agam Jumat dini hari (2/1/2026).
Pemkab Agam Salurkan Rp11,7 Miliar untuk Ribuan Korban Bencana Banjir Bandang
Daya Saing Pariwisata, 35 Pengelola Homestay di Padang Panjang Didorong Naik Kelas
Daya Saing Pariwisata, 35 Pengelola Homestay di Padang Panjang Didorong Naik Kelas
Meski Runner-up, PSPP Padang Panjang Lolos ke Putaran Nasional Liga 4
Meski Runner-up, PSPP Padang Panjang Lolos ke Putaran Nasional Liga 4
Masjid Baitul Jalal Diresmikan, Wawako Maigus Nasir Dorong Penguatan Program Smart Surau
Masjid Baitul Jalal Diresmikan, Wawako Maigus Nasir Dorong Penguatan Program Smart Surau
Cahaya Berekor di Langit Sumbar, BMKG: Puing Antariksa
Cahaya Berekor di Langit Sumbar, BMKG: Puing Antariksa