Langgam.id – Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Vasco Ruseimy, mendorong geliat Taman Budaya Sumbar kembali hidup agar seniman di Ranah Minang mendapatkan wadah bersama untuk menghadirkan pertunjukan seni. Ia menginisiasi hadirnya panggung khusus kesenian yang dimulai dengan penampilan Darak Badarak.
Panggung kesenian itu direncanakan rutin digelar setiap Sabtu mulai sore hingga pukul 23.00 WIB. Menurut Vasco, panggung Taman Budaya harus diramaikan dengan penampilan karya seniman lokal, khususnya para musisi yang memiliki karya orisinal.
Vasko mengatakan, keberadaan panggung tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan para pegiat seni yang selama ini mendambakan wadah untuk menampilkan karya mereka kepada masyarakat.
“Pertama kali saya datang ke Sumbar, sebenarnya ini yang saya harapkan. Pemerintah benar-benar menyiapkan wadah untuk para pegiat seni, khususnya di dunia musik, agar bisa memanfaatkan panggung ini,” kata Vasko seperti unggahannya di akun instragam pribadinya dilihat Langgam.id, Sabtu (25/7/2026).
Vasko menyebutkan, antusiasme masyarakat pada penyelenggaraan perdana menjadi sinyal positif bahwa Taman Budaya masih memiliki daya tarik sebagai pusat aktivitas seni dan budaya di Kota Padang.
“Ini hari pertama dan dukungan masyarakat luar biasa. Alhamdulillah banyak yang membantu dengan caranya masing-masing. Semua ikut membantu sehingga hari pertama ini cukup ramai,” ujarnya.
Ia memastikan kegiatan tersebut akan menjadi agenda rutin setiap akhir pekan. Harapannya, Taman Budaya kembali menjadi tempat berkumpulnya para seniman, seperti yang pernah berjaya pada masanya.
“Kalau orang ingin melihat seniman muda Sumbar, bisa datang ke sini. Mereka butuh wadah untuk tampil di panggung yang membanggakan. Taman Budaya ini kita hidupkan kembali seperti dulu, bahkan kita buat lebih baik lagi,” ungkapnya.
Tak hanya menghadirkan panggung pertunjukan, Pemerintah Provinsi Sumbar juga mulai membenahi fasilitas penunjang agar kualitas pertunjukan semakin meningkat. Perbaikan dilakukan pada sistem tata suara, pencahayaan hingga konsep penyelenggaraan acara.
“Kita sempurnakan. Sound system dirapikan, lighting dibaguskan lagi,” ucap Vasko.
Ke depan, pertunjukan di Taman Budaya juga direncanakan disiarkan secara langsung melalui layanan live streaming agar karya para musisi muda Sumbar dapat dinikmati masyarakat yang lebih luas.
Program ini mengusung slogan “Pentas Karya, Merayakan Karya, Menghidupkan Budaya” sebagai semangat untuk membangkitkan kembali ekosistem seni di Sumbar.
Vasko juga mengajak para musisi yang telah memiliki karya sendiri untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Bagi musisi yang memiliki karya, silakan daftar untuk manggung di Pentas Karya Taman Budaya. Ini panggung milik bersama untuk menghidupkan kreativitas dan budaya kita,” tuturnya. (WAN)






