Padang Tidak Lagi PPKM Level 4, Ini Tanggapan Epidemiolog Unand

Langgam.id-Defriman Djafri

Epidemiolog Unand Defriman Djafri. [foto: unand.ac.id]

Langgam.id – Epidemiolog dari Universitas Andalas (Unand) Defriman Djafri mengatakan, turunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Padang karena adanya evaluasi dari pemerintah pusat.

“Dari PPKM Level 4, Ke PPKM Level 3 ini dipengaruhi faktor penilaian dari pemerintah pusat. Selain itu, setelah turun ke level 3 ini, jangan sampai PPKM Level 3 ini seolah dibuat seperti PPKM Level 2 oleh masyarakat. Pemerintah harus memperhatikan hal ini, agar masyarakat tidak lalai sama virus ini,” ujarnya saat dihubungi langgam.id, Selasa (14/9/2021).

Defriman menambahkan, kewaspadaan di segala sisi harus ditingkatkan oleh masyarakat dan pemerintah. Hal ini agar varian baru covid-19 tidak ada terdeteksi lagi di Padang.

“Dalam PPKM level 3 ini, kan sekolah sudah bisa dibuka. Dan kegiatan masyarakat tidak akan di pantau seperti PPKM level 4 lagi. Jadi di sini pemerintah masih harus mengawasi prokes masyarakat. Baik itu di sekolah dan di tempat keramaian, agar varian seperti virus Delta tidak ditemukan lagi,” sebutnya.

Tingkatkan Vaksinasi

Ia menilai, turunnya level PPKM ini juga harus dimaksimalkan oleh pemerintah daerah.  Menurutnya, pemerintah perlu meningkatkan vaksinasi, agar virus ini bisa di atasi.

“Akselerasi vaksin selalu ditingkatkan, dan proses adaptasi perlu dimaksimalkan dari segala hal,” terangnya.

Terpisah, salah seorang warga, Wildsun Nadlis, sangat bersyukur Kota Padang sudah tidak berada di PPKM Level 4 lagi.

Baca juga: Padang Keluar dari Level 4, Pemko Tunggu Pengumuman Resmi 20 September

“Ini menurut saya kabar baik bagi masyarakat, karena ekonomi akan bangkit lagi menurut saya. Karena PPKM Level 4 ekonomi masyarakat banyak menurun,” ucapnya.

Sebelumnya, Kota Padang berhasil keluar dari status PPKM Level 4 berdasarkan evaluasi PPKM luar Jawa-Bali, Senin (13/9/2021). Hal itu disampaikan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto.

Airlangga menyebut, dari 23 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM level 4, 17 di antaranya mengalami perbaikan. Bahkan 16 kabupaten/kota turun ke level 3, dan 1 daerah turun ke PPKM Level 2.

“Namun ini akan tetap kita terapkan berbasis level 4 karna kita masih menunggu vaksinasi mencapai minimal 20 persen,” ujarnya.

 

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre