Kurban di Padang, Sapi dan Kambing Layak Sembelih Pakai Tali Khusus

Kurban di Padang, Sapi dan Kambing Layak Sembelih Pakai Tali Khusus

Kepala Bidang (Kabid) Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Kota Padang Sovia Hariani (Foto: Irwanda/langgam.id)

Langgam.id – Tempat penampungan hewan kurban di Kota Padang tersebar di 30 titik yang berada di 11 Kecamatan Kota Padang. Memastikan kesehatan hewan kurban menjelang hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah, Dinas Pertanian Kota Padang membentuk sembilan tim yang akan bertugas melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan hewan.

“Sejauh ini, tidak ditemukan penyakit dari hewan kurban yang kami periksa, ya. Jadi semuanya alhamdulillah sehat,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Kota Padang Sovia Hariani kepada langgam.id usai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Padang, Selasa (6/8/2019).

Sovia membeberkan, untuk melihat kondisi hewan kurban sehat atau tidaknya, dapat diketahui dari tanda fisik di tubuh hewan itu sendiri. Misalnya, bagian hidung sapi yang selalu basah dan hangat apabila dipegang.

“Dari bulu terlihat bersih mengkilap dan mata tidak kotor. Yang terpenting kotoran dan urinenya normal atau tidak mengalami diare,” katanya.

Paling terpenting soal layak atau tidaknya hewan untuk disembelih dapat dilihat dari lumbang kumlah hewan (mulut, mata, hi­dung, telingga dan anus). Hal ini untuk mendanai bahwa hewan kurban tidak mengalami penyakit antraks.

“Perhatikan setiap lumbang kumlahnya, mengeluarkan darah atau tidak. Karena takutnya mengalami penyakit antraks yang menular dari hewan ke manusia. Kalau manusia kena itu sangat mematikan,” terangnya.

“Jika ditemukan daging rusak pada hati yang terdapat cacing pita, itu tidak benarkan untuk didistribusikan dan harus dimusnahkan. Cuman bagian daging-daging lainya masih boleh dikonsumsi selain hati,” sambung Sovia.

Lampiran Gambar

pemeriksaan hewan kurban di tempat penampungan hewan kota Padang (Foto: Irwanda/langgam.id)

Meski tidak ditemukan kondisi kesehatan hewan kurban bermasalah, Sovia mengakui adanya beberapa hewan kurban tidak cukup umur di penampungan hewan Kota Padang. Padahal, faktor usia juga menjadi utama layaknya hewan kurban untuk disembelih.

“Seperti untuk sapi harus berumur dua tahun dan kambing berumur satu tahun. Hal ini ditandai dengan bergantinya gigi sum-sum menjadi gigi seri,” katanya.

Dari pemeriksaan yang telah dilakukan Dinas Pertanian Kota Padang, hewan kurban yang telah dinyatakan layak untuk disembelih diberikan label khusus. Label ini dipasang di setiap tali sapi atau kambing yang dijual oleh penampungan hewan kurban.

Selain itu, surat lampiran keterangan kesehatan untuk hewan kurban juga dikirim di setiap masjid dan musala di Kota Padang. (Irwanda/RC)

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre