Gugatan ke PTUN Dihentikan, Syaratnya Terbitkan SK CPNS drg Romi di Solok Selatan

Gugatan ke PTUN Dihentikan, Syaratnya Terbitkan SK CPNS drg Romi di Solok Selatan

drg Romi saat bertemu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di kantor Gubernur (Foto: Rahmadi/langgam.id)

Langgam.id – Setelah dijanjikan akan segera kembali diangkat menjadi CPNS oleh Bupati Solok Selatan, dokter gigi Romi Syofpa Ismael berencana menghentikan gugatan yang rencananya dilayangkan LBH Padang ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Hal itu disampaikan drg. Romi saat bertemu Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Nasrul Abit di Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (6/8/2019). Menurutnya, perjalanan panjang menuntut hak yang dibantu oleh berbagai kini telah hampir usai. Ia akan segera diterima menjadi CPNS dan akan ditempatkan di RSUD Solok Selatan.

“Perjalanan panjang ini alhamdulillah berbuah manis. Ini semua karena dukungan berbagai pihak, terutama kawan-kawan media yang mengekspos kasus ini dan akhirnya menjadi perhatian pemerintah. Sehingga dengan cepat solusi didapatkan,” katanya.

Romi dengan senang hati juga menerima keputusan bahwa ia akan ditempatkan di RSUD Solok Selatan. Menurutnya, pertimbangan pemerintah menempatkannya di sana tidak terlepas dari kondisi fisiknya sendiri.

Romi juga ingin semua tuntutannya kepada Pemkab Solok Selatan dihentikan ke PTUN dan menyelesaikan semua permasalahan di Ombudsman. Hal tersebut akan dilakukannya setelah SK pengangkatannya sebagai CPNS dikeluarkan yang dijanjikan keluar sekitar satu pekan lagi.

“Nanti Ami akan bicara sama LBH dan Ombudsman. Proses hukumnya kita tunda dulu, kita masih siap-siap, kalau SK sudah keluar, tidak jadi ke PTUN,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, hasil keputusan rapat bersama Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria di Kantor Staf Kepresidenan dinyatakan bahwa pemerintah sudah menyetujui pengangkatan Romi menjadi CPNS. Sedangkan penempatan di RSUD Solok Selatan memang belum ada formasi yang terisi untuk dokter gigi.

Ia juga menjamin SK pengangkatannya segera keluar. Jika belum keluar, pemerintah provinsi akan tetap mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Tidak usah ragu lagi, pak bupati awalnya terjadi karena persepsi yang berbeda. Kemarin ke depan dalam penilaian pegawai ini harus jelas, kita ambil hikmahnya. Memang masih ada peraturan yang rancu,” katanya.

Ia juga berharap dokter Romi bisa bekerja dengan baik kelak setelah menjadi CPNS di RSUD Solok Selatan. Ia ingin agar kasus ini selesai dan tidak dipermasalahkan lagi, termasuk tidak ada lagi pihak-pihak yang menjelekkan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.

“Selamat bekerja kembali dokter Romi, mudah-mudahan ini tidak ada masalah lagi. Kasus ini sudah ditutup, jangan ada lagi saling menjelekkan,” tutupnya. (Rahmadi/RC)

Baca Juga

Pemprov Sumbar Tekankan Sinergi Lintas Sektor untuk Perencanaan Infrastruktur 2027
Pemprov Sumbar Tekankan Sinergi Lintas Sektor untuk Perencanaan Infrastruktur 2027
Lepas 108 ASN Calon Jemaah Haji, Sekda Sumbar Ingatkan Jaga Integritas dan Nama Baik Daerah
Lepas 108 ASN Calon Jemaah Haji, Sekda Sumbar Ingatkan Jaga Integritas dan Nama Baik Daerah
Pemprov Sumbar Percepat Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana
Pemprov Sumbar Percepat Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana
Anggaran Terbatas, Pemprov Sumbar Minta Dukungan Danantara Percepat Pelabuhan Teluk Tapang
Anggaran Terbatas, Pemprov Sumbar Minta Dukungan Danantara Percepat Pelabuhan Teluk Tapang
Pemprov Sumbar Dukung Proyek TRUST, Perkuat Layanan Rujukan dan Pendidikan Medis
Pemprov Sumbar Dukung Proyek TRUST, Perkuat Layanan Rujukan dan Pendidikan Medis
Pungut Pajak Air Permukaan, Pemprov Sumbar Lakukan Pertemuan dengan Perusahaan Sawit
Pungut Pajak Air Permukaan, Pemprov Sumbar Lakukan Pertemuan dengan Perusahaan Sawit