Petani di Lubuk Sikaping Pasaman Serahkan 2 Anak Simpai ke BKSDA

anak simpai pasaman

Dua anak simpai diserahkan ke BKSDA

Langgam.id – Petani di Nagari Aia Manggih, Lubuk Sikaping, Pasaman Mukhlis (50) menyerahkan dua ekor satwa dilindugi jenis simpai kepada Balai konservasi sumber daya alam (BKSDA). Dua anak simpai itu ditemukan di kebun miliknya.

“BKSDA Sumatera Barat melalui Resor KSDA Pasaman menerima penyerahan dua ekor satwa dilindungi jenis simpai,” kata BKSDA Sumbar dalam keterangan terulis, Kamis (8/7/2021).

Satwa dengan nama latin presbytis melalophos itu ditemukan Mukhlis beberapa hari lalu. Penemuan satwa itu kemudian dilaporkan ke pihak BKSDA.

Baca juga: Serang Warga Hingga Luka, Seekor Siamang di Pasbar Diamankan BKSDA

Dua simpai tersebut diketahui masih berusia anakan. Setelah diserahkan, dua anak simpai itu ditempatkan di kantor KSDA Pasaman.

BKSDA Sumbar menyebut, akan dilepaskan kembali ke habitatnya setelah dilakukan perawatan.

“Mengingat satwa masih berusia anakan, maka satwa akan dilakukan rehabilitasi dan perawatan sebelum nantinya dapat dilepasliarkan kembali ke alam,” kata BKSDA Sumbar. (ABW)

Baca Juga

Harimau Sumatra terjerat perangkap babi di Kabupaten Pasaman beberapa waktu lalu. (Dok. BKSDA Sumbar)
Empat Harimau Sumatra Terjerat Perangkap Babi di Sumbar, Dua Mati hingga BKSDA Larang Penggunaan Jerat Rattus
Proses evakuasi Harimau Sumatra yang masuk kandang jebak di Palupuah, Kabuapten Agam. (Dok. BKSDA Sumbar)
5 Fakta Harimau Sumatra Masuk Perangkap di Agam: Namanya Puti Batuah, Dibawa ke Kandi Sawahlunto
Harimau Sumatra Kejutkan Warga Koto Sani Solok, Diduga Terkam Anjing dan Diusir BKSDA Sumbar Pakai Meriam Karbit
Harimau Sumatra Kejutkan Warga Koto Sani Solok, Diduga Terkam Anjing dan Diusir BKSDA Sumbar Pakai Meriam Karbit
BKSDA Sumbar menurunkan tim penanganan dari Resor Konservasi Wilayah (RKW) II Maninjau menindaklanjuti laporan adanya kemunculan harimau
Harimau Dilaporkan Muncul Melintasi Jalan di Palupuh, BKSDA Turunkan Tim Penanganan
Tim gabungan BKSDA Sumatra Barat dan Ditreskrimsus Polda Sumbar berhasil mengungkap kasus perdagangan puluhan kilogram sisik trenggiling
BKSDA dan Polda Sumbar Ungkap Perdagangan Puluhan Kilogram Sisik Trenggiling di Padang
BKSDA Sumatra Barat (Sumbar) menyebut konflik satwa dengan manusia meningkat lantaran jumlah pakan di habitatnya berkurang.
BKSDA Sumbar Sebut Konflik Harimau dan Manusia Karena Jumlah Pakan Berkurang