Serang Warga Hingga Luka, Seekor Siamang di Pasbar Diamankan BKSDA

Serang Warga Hingga Luka, Seekor Siamang di Pasbar Diamankan BKSDA

Petugas BKSDA Sumbar Resor Agam dan Resor Pasaman mengamankan seekor owa siamang dari warga Jorong Pasaman Baru, Nagari Lingkuang Aua, Kabupaten Pasaman Barat. [foto: BKSDA Agam]

Langgam.id Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) Resor Agam dan Resor Pasaman mengamankan seekor satwa dilindungi jenis owa siamang dari warga Jorong Pasaman Baru, Nagari Lingkuang Aua, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (7/7/2021).

Kepala BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, hewan dengan nama latin Symphalangus syndactylus itu diamankan dari rumah MAA (26). Ia merupakan warga setempat yang memelihara satwa tersebut.

“Tindakan itu kita ambil, setelah BKSDA menerima laporan dari warga tentang adanya korban luka akibat digigit satwa itu pada hari Selasa (6/7/2021) sore,” katanya, Kamis (8/7/2021).

Kepada warga yang memeliharanya sebut Ade, petugas memberikan pembinaan dan edukasi tentang konservasi satwa liar dan peraturan perundangan yang mengaturnya.

Termasuk memberikan edukasi terkait dampak bahaya penyakit dari satwa liar itu ketika memeliharanya.

Kepada petugas terang Ade, MAA mengaku bahwa orang tuanya memperoleh siamang itu dari daerah Simpang Timbo Abu, Kecamatan Talamau.

MAA telah memelihara hewan tersebut selama lebih empat tahun dan sempat mau akan menyerahkannya. Namun MAA tidak tahu mesti menyerahkannya kepada siapa.

“Satwa berkelamin jantan itu kita evakuasi ke kantor resor KSDA Agam di Lubuk Basung untuk diobservasi,” katanya.

Ade menambahkan, pihaknya akan melakukan rehabilitasi terlebih dahulu. Setelah itu, nanti akan dilepasliarkan kembali ke alam.

Terancam Punah

Sementara itu, siamang merupakan satwa kera hitam yang berlengan panjang yang hidup pada pohoh-pohon. IUCN Redlist telah memasukan satwa ‘heboh’ ini ke dalam daftar jenis terancam punah (endangered).

Menurut penelitian, satwa owa siamang memiliki potensi besar menularkan penyakit TBC kepada manusia melalui saluran pernafasan. Sehingga hal ini tentunya membahayakan bagi kesehatan orang yang memeliharanya.

Di Indonesia, owa siamang termasuk ke dalam jenis satwa dilindungi. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 tahun 2018.

Menurut Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, memiliki, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakannya.

Baca Juga

Hasil Lab Ada Bakteri Bacillus Cereus, Kasus 25 Anak Keracunan Bakso Tusuk di Pasbar Berakhir Damai 
Hasil Lab Ada Bakteri Bacillus Cereus, Kasus 25 Anak Keracunan Bakso Tusuk di Pasbar Berakhir Damai 
Kondisi Bus ALS usai kecelakaan. (Foto: Polres Pasaman Barat)
Kronologi Bus ALS Tabrak Pelajar hingga Meninggal di Pasaman Barat
Kondisi Bus ALS usai kecelakaan. (Foto: Polres Pasaman Barat)
Bus ALS Tabrak Pemotor hingga Masuk Selokan di Pasaman Barat, 1 Orang Meninggal
Kasus Puluhan Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Dinkes Tunggu Hasil Labor
Kasus Puluhan Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Dinkes Tunggu Hasil Labor
Libur Lebaran, Pantai Muaro Sasak Dipadati Ribuan Wisatawan
Libur Lebaran, Pantai Muaro Sasak Dipadati Ribuan Wisatawan
Sebanyak 22 sekolah di Pasaman Barat terendam banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur daerah tersebut
22 Sekolah di Pasbar Terendam Banjir, Aktivitas Belajar Mengajar Terganggu