5 Sutradara Perempuan Sumbar Hadir di Gelar Karya Budaya

Langgam.id-Gelar Karya Budaya

Teater Gumala mementaskan naskah Penjual Bendera karya Wisran Hadi di Teater Arena ISI Padang Panjang, Minggu (7/11/2021). Pertunjukan ini sekaligus jadi pembuka program Gelar Karya Budaya. [foto: Istimewa]

Langgam.id - Lima sutradara perempuan Sumbar hadir di Gelar Karya Budaya (GKB) Festival Bumi 2021. Mereka tersebut yaitu, Yenny Ibrahim dari Teater Batuang Sarumpun dan Widya Husin dari Ganto Gauang Padang.

Selanjutnya, Yulia Astuti dari Teater Balai Bukittinggi, Anika Irra Putri menyutradarai untuk Teater Gumala Pariaman dan Desi Safitri dari Teater Binggo Padang Panjang.

“Mereka dipilih, misalnya Astut (Yulia Astuti), karena menang pada Alek Teater V yang baru diadakan Taman Budaya Sumbar. (Teater) Balai mementaskan naskah Wisran Hadi. Jadi, sejalan dengan keinginan festival,” ujar kurator festival, S Metron Masdison.

Ia mengungkapkan, bahwa dalam alek itu sebenarnya terdapat lima pemenang. Tiga diantaranya (Balai dan Gumala) masuk dalam kurasi.

Direktur Festival Armeynd Sufhasril menjelaskan, panitia juga menunjuk Komunitas Seni Intro karena dianggap representasi di luar Padang-Padangpanjang yang selama ini dianggap menguasai perteateran Sumbar.

“Sayang, ada aktor Intro yang kecelakaan sehingga mereka mengundurkan diri,” sebutnnya.

Armeynd menambahkan, bahwa Intro kemudian digantikan Binggo, yang juga pemenang Alek Teater V. Latar mereka juga berbeda.

Tiga diantaranya (Astut, Anika dan Desi) dari ISI Padangpanjang. Widya alumni STKIP PGRI Sumbar. Sedang, Yenny termasuk wajah lama karena sudah berteater sejak 80-an.

“Khusus Yenny, ada keinginan untuk kembali mengangkat sutradara perempuan yang mungkin luput dari perhatian,” beber Metron.

GKB Hari Kedua

Sementara itu, pelaksanaan GKB hari kedua, Senin (8/11/2021) akan diisi diskusi. Pembicaranya Yuhirman, aktivis sosial, sedangkan moderatornya Yulia Sri Hartati, dosen STKIP PGRI Sumbar.

Diskusi ini akan dilaksanakan usai pertunjukan. Sebelum pertunjukan juga akan diadakan bimbingan teknis untuk mahasiswa dengan tema yang sama. Semua acara akan diadakan di STKIP PGRI Sumbar Gunung Pangilun, Padang.

“Ingin meningkatkan kepedulian kepada pandemi dan bagaimana calon seniman mesti meresponsnya,” ujar Hidayat yang memberikan dana aspirasinya untuk program ini. Hidayat juga akan turun langsung sebagai pembicara.

Sutradara Komunitas Gauang Ganto, Widya Husin mementaskan ‘Perempuan Salah Langkah" pada hari ini (8/11/2021) di STKIP PGRI Sumbar.

Ia akan tampil pada pukul 16.00 WIB membawakan naskah ‘Perempuan Salah langkah’. Empat jam berselang, juga akan diadakan pertunjukan dari Komunitas Tanah Ombak yang akan membawakan naskah ‘Mama di Mana?’ di Galeri Taman Budaya Sumbar.

Baca juga: Gelar Karya Budaya Sumbar Hadirkan 8 Pertunjukan Teater dan Lomba Esai Nasional

Keduanya naskah Wisran Hadi. Tanah Ombak menjadi satu-satunya teater anak-anak dalam gelaran GBK kali ini.

Kemarin (7/11/2021) tampil Teater Gumala dan Teater Balai di Teater Arena ISI Padangpanjang. Keduanya membawakan naskah Wisran Hadi, ‘Penjual Bendera’ dan ‘Roh’.

“Dibanding keikutsertaan mereka di Alek Teater V, peningkatan jelas terjadi,” kata Metron.

Baca Juga

Nasdem
DPR RI Dapil Sumbar I: Sengit Perebutan Kursi Kedua Nasdem
Survei SBLF: Nofi Candra Berpeluang Besar Melenggang ke DPR RI di Pemilu 2024
Survei SBLF: Nofi Candra Berpeluang Besar Melenggang ke DPR RI di Pemilu 2024
Prof Amir Syarifuddin
Mengenang Prof Amir Syarifuddin: Berawal dari Guru Agama dan Berakhir Juga sebagai Guru Agama
Anggota DPR RI Guspardi Gaus
Pemerintah Buka 2,3 Juta Lowongan CPNS 2024, Guspardi Gaus: Kesempatan Besar Bagi Fresh Graduate dan Honorer
Kunjungan wisman ke Sumatra Barat (Sumbar) melalui Bandara Internasional Minangkabau pada April 2023 mencapai 4.100 kunjungan.
Bandara Minangkabau Kembali Beroperasi Setelah Sempat Ditutup Akibat Erupsi Gunung Marapi
Masa siaga darurat penanganan dampak erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam diperpanjang hingga 25 Februari mendatang.
Penutupan Bandara Minangkabau Diperpanjang Akibat Erupsi Gunung Marapi