4.240 Terdampak dan 63 Warga Mengungsi akibat Banjir di Pesisir Selatan

Banjir

Ilustrasi - banjir (Foto: Hans Braxmeier/pixabay.com)

Langgam.id – Banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan setelah hujan deras mengguyur daerah itu sejak Jumat (9/10/2026) hingga Sabtu (10/10/2026). Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan menjadi salah satu wilayah yang terdampak banjir cukup luas.

Berdasarkan laporan sementara BPBD Sumbar hingga Minggu (11/10/2026) dini hari, pendataan di Ranah Ampek Hulu Tapan mencatat akumulasi 4.240 satuan data dari sembilan nagari terdampak. Sementara itu, satu nagari dilaporkan nihil.

Sembilan nagari yang melaporkan dampak banjir yakni Sako sebanyak 243, Limau Purut Tapan 522, Binjai 647, Talang Balarik 200, Kampung Tengah 2.390, Tebing Tinggi 60, Sungai Pinang 28, Kubu Tapan 100, serta Simpang Gunung Tapan 50. Adapun Nagari Talang Koto Pulai dilaporkan nihil dalam pendataan sementara.

Banjir juga berdampak pada fasilitas umum. Data awal mencatat 12 unit sekolah, tujuh kantor, dan empat masjid terdampak. Selain itu, dua rumah dilaporkan hanyut, sedangkan jalan lintas di Nagari Talang Balarik mengalami kerusakan sepanjang sekitar 100 meter.

Pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan jumlah warga terdampak, kondisi rumah, kerusakan infrastruktur, serta kebutuhan mendesak masyarakat.

Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Satpol PP dan Damkar, serta perangkat daerah lainnya juga dilibatkan dalam penanganan sesuai tugas masing-masing.

Akses Jalan Tapan-Bengkulu Sempat Tergenang
Banjir turut mengganggu arus lalu lintas di ruas jalan Tapan-Bengkulu, tepatnya di kawasan Alang Ramba, Tapan.

Arus lalu lintas mulai diberlakukan dengan sistem buka-tutup. Pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Selain banjir, longsor juga terjadi di ruas jalan provinsi di Nagari Setara Nanggalo, kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan. Material longsor menutupi badan jalan sehingga kendaraan roda empat sempat tidak bisa melintas, sedangkan kendaraan roda dua masih dapat melewati jalur tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan mempercepat pembersihan jalan sesuai kewenangan masing-masing.

Dinas PUPR melaporkan alat berat dari pihak balai telah disiapkan di lokasi. Namun, penanganan masih terkendala banjir dan kondisi jalan yang belum memungkinkan alat berat mencapai titik longsor.

Longsor di sejumlah lokasi lain, seperti Bukit Putus di Kecamatan IV Jurai, Nagari Koto Nan Duo di Kecamatan Batang Kapas, serta Nagari Sungai Gambir di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, juga memerlukan dukungan alat berat dan koordinasi antarinstansi.

“Banjir turut menggenangi sejumlah fasilitas pendidikan di Ranah Ampek Hulu Tapan. Laporan awal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencatat lima sekolah terdampak, yakni SDN 10 Pasar Melintang, SDN 02 Padang Kejai, SMPN 2 Ranah Ampek Hulu Tapan, SMPN 3 Ranah Ampek Hulu Tapan, dan SDN 09 Sungai Gambir,” katanya.

Sementara itu, pendataan BPBD yang diperbarui pada Minggu dini hari mencatat total 12 sekolah terdampak.

Di tengah banjir, kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) yang digelar Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Ranah Ampek Hulu Tapan di bumi perkemahan Panadah Tapan juga sempat terdampak. Seluruh peserta didik tingkat SD dan SLTP, pembina, serta panitia dilaporkan selamat.

Dari sektor kesehatan, laporan awal mencatat 74 rumah terdampak di Nagari Limau Purut dan Talang Balarik. Rinciannya, 35 rumah di Limau Purut dan 39 rumah di Talang Balarik.

Sebanyak 63 orang juga dilaporkan berada di pos pengungsian, terdiri atas 31 orang dari Nagari Limau Purut dan 32 orang dari Nagari Talang Balarik.

Dua fasilitas kesehatan, yakni Pustu Limau Purut dan Pustu Talang Balarik, disiagakan dengan dukungan dua tenaga kesehatan. Ketersediaan obat-obatan dilaporkan mencukupi berdasarkan laporan awal.

Petugas juga mendata kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia, dan warga yang membutuhkan pelayanan khusus. Dalam laporan awal tersebut, belum ada korban jiwa yang dilaporkan di dua nagari yang didata petugas kesehatan.

Zainal mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Dinas PUPR melaporkan UPTD wilayah Tapan ditugaskan mengantarkan bantuan berupa nasi bungkus, mi instan, telur, dan air mineral.

“Kebutuhan logistik yang menjadi perhatian meliputi beras, mi instan, telur, roti, air mineral, makanan siap saji, minyak goreng, gula, susu bayi dan anak-anak, serta biskuit dan makanan tambahan,” ungkapnya.

Penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan hasil pendataan dan prioritas kebutuhan warga, terutama masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat, kelompok rentan, dan warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara.

Untuk penanganan infrastruktur, Dinas PUPR juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDA-BK) serta Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang terkait persoalan tanggul sungai dan kerusakan lainnya.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang agar tetap waspada. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD serta tidak memaksakan perjalanan melalui ruas jalan yang belum aman. (WAN)

Baca Juga

Sejumlah wilayah di Pesisir Selatan diterjang banjir hingga longsor karena dipicu hujan deras. (Dok. BPBD Kabupaten Pesisir Selatan)
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan, Sejumlah Titik Butuh Alat Berat
Nagari Ampiang Parak Terima Sertifikat Tsunami Ready UNESCO
Nagari Ampiang Parak Terima Sertifikat Tsunami Ready UNESCO
Porprov Sumbar 2026 akan dihelat dari tanggal 2-14 Oktober 2026.
Pesisir Selatan Tetap Ikut Porprov Meski Anggaran Belum Cair, Atlet Berpotensi Berangkat Mandiri
Basarnas Temukan 2 Nelayan yang Sempat Terombang-ambing di Perairan Pesisir Selatan
Basarnas Temukan 2 Nelayan yang Sempat Terombang-ambing di Perairan Pesisir Selatan
Kapal Rusak Mesin di Perairan Pesisir Selatan, 2 Nelayan Dilaporkan Terombang-ambing
Kapal Rusak Mesin di Perairan Pesisir Selatan, 2 Nelayan Dilaporkan Terombang-ambing
Wagub Vasko Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029
Wagub Vasko Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029