Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Usai Dilanda Banjir dan Longsor

Alat berat membersihkan material longsor di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan

Alat berat membersihkan material longsor di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan

Langgam.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat (Sumbar) tetapkan status tanggap darurat bencana alam hidrometeorologi selama 14 hari mulai tanggal 11 hingga Oktober 2026.

Keputusan ini diambil menyusul banjir bandang, banjir luapan dan tanah longsor yang melanda sejumlah kecamatan pada 9–10 Oktober 2026.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Armen mengatakan penetapan status tanggap darurat tersebut telah ditandatangani Bupati Pessel.

Status tersebut menjadi dasar percepatan penanganan bencana, termasuk evakuasi warga, distribusi bantuan dan pembukaan akses jalan yang sempat terputus.

“Bupati sudah menandatangani tanggap darurat yang berlaku sampai 14 hari ke depan,” kata Armen, Selasa (13/10/2026).

Armen menjelaskan, banjir pada 9 Oktober belum berdampak terlalu parah dan tercatat melanda empat kecamatan. Namun, kondisi memburuk pada 10 Oktober ketika banjir bandang, banjir luapan dan longsor meluas ke sejumlah wilayah.

“Berdasarkan data sementara Pusdalops PB BPBD Pessel, sebanyak 1.182 kepala keluarga terdampak bencana. Jumlah warga yang terdampak masih dalam pendataan, tetapi diperkirakan mencapai lebih dari 4.400 jiwa,” ujarnya.

Armen menyebut Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah. Sebanyak 11 rumah dilaporkan hancur total, sementara satu rumah di Nagari Penedah hanyut terbawa arus banjir.

“Selain merusak rumah warga, bencana juga memutus akses jalan di kawasan Tapan. Namun saat ini sudah bisa dilewati pakai sistem buka tutup,” ungkapnya.

Armen mengatakan, petugas masih berupaya membuka akses lebih luas untuk jalan yang terputus.

“Untuk membuka akses tersebut, dibutuhkan lebih dari dua alat berat tambahan,” ujarnya.

Kata Armen, setelah penetapan status tanggap darurat, BPBD Pessel mengaktifkan posko selama 24 jam di Kantor BPBD dan Posko Tapan.

“Tim Reaksi Cepat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi, menyalurkan bantuan logistik, serta mendata dampak dan kerugian akibat bencana,” katanya.

BPBD mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar aliran sungai dan daerah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan

“Serta segera mengikuti arahan petugas apabila kondisi membahayakan keselamatan,” ungkap Armen. (FIX)

Baca Juga

12 Titik Longsor, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan Terisolasi Dua Hari
12 Titik Longsor, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan Terisolasi Dua Hari
Banjir Padang dan Pessel, BPBD: 672 Warga Mengungsi, Jalan Nasional Putus
Banjir Padang dan Pessel, BPBD: 672 Warga Mengungsi, Jalan Nasional Putus
Posko Kesehatan Polda Sumbar, Korban Banjir Padang Keluhkan Gangguan Kesehatan
Posko Kesehatan Polda Sumbar, Korban Banjir Padang Keluhkan Gangguan Kesehatan
Guru dan Siswa SMPN 41 Padang Berjibaku Bersihkan Lumpur Sisa Banjir, Minta Pemko Sediakan Eskavator
Guru dan Siswa SMPN 41 Padang Berjibaku Bersihkan Lumpur Sisa Banjir, Minta Pemko Sediakan Eskavator
Cerita Warga Korban Kebakaran Pauh, Ada Ledakan Keras Sebelum Api Membesar
Cerita Warga Korban Kebakaran Pauh, Ada Ledakan Keras Sebelum Api Membesar
Satpol PP Amankan Pria dan Wanita Bukan Pasutri di Penginapan Tarusan Pesisir Selatan
Satpol PP Amankan Pria dan Wanita Bukan Pasutri di Penginapan Tarusan Pesisir Selatan