25 Santri dari Jawa Timur Asal Pesisir Selatan Dikarantina di Painan

Pemkab Pesisir Selatan Kembali Fungsikan Rusunawa Painan untuk Tempat Isolasi

Ilustrasi - karantina corona (Foto: Congerdesign/pixabay.com)

Langgam.id – Sebanyak 25 santri dari Pondok Pesantren Temboro Magetan, Jawa Timur yang pulang ke Kabupaten Pesisir Selatan harus menjalani karantina di Rusunawa Painan Selatan, mereka diketahui berasal dari Kecamatan Silaut, Lunang dan Sutera.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesisir Selatan, Rinaldi juga membenarkan adanya 25 santri dari Magetan, Jawa Timur yang saat ini dikarantina di Rusunawa Painan.

Mereka, kata Rinaldi, dikarantina sebagai upaya meminimalisir penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19).

“25 santri itu dari Pondok Pesantren Temboro Magetan Jawa Timur asal Kecamatan Silaut, Lunang dan Sutera, saat ini mereka menjalani karantina di Rusunawa Painan Selatan,” ujarnya melalui rilis yang diterima Langgam.id, Rabu (29/4/2020).

Dijelaskannya, 25 santri tersebut juga sudah diambil swabnya oleh pihak Rumah Sakit M. Zein Painan untuk dikirim ke Laboratorium Fakultas Kesehatan Universitas Andalas (Unand) Padang untuk pemeriksaan lebih lanjut, apakah mereka ada yang positif corona atau tidak.

“Iya, kita masih menunggu hasil uji swabnya. Mereka akan dikarantina hingga hasil labor itu keluar,” jelasnya.

Diketahui, hingga saat ini pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pesisir Selatan tercatat sebanyak 16 orang, dengan rincian 5 orang telah dinyatakan sembuh dan 11 orang masih menjalani perawatan.

Sementara, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 11 orang, dengan rincian 4 orang dirawat RSUD M. Zen Painan, 1 orang dirawat di RS Unand Padang, 1 orang dirawat di RS Rasyidin Padang, 2 orang dirawat RSUP M Djamil Padang, dan 3 orang isolasi mandiri di rumah.

Lalu, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 309 orang, selesai masa pemantauan 261 orang dan proses Pemantauan 48 orang. (*/ZE)

Baca Juga

Sejumlah potongan tubuh diduga milik mayat di aliran sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
Keluarga Minta Diusut Tuntas, Punggung Guru yang Meninggal di Mes Polisi Pesisir Selatan Memerah
Sosok mayat perempuan ditemukan di aliran sungai di Nagari Barung Barung Balantai, Kacamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan,
Kasus Guru PPPK Meninggal di Mes Polisi, Orang Tua Korban Beberkan Kejanggalan
Sejumlah potongan tubuh diduga milik mayat di aliran sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
Guru PPPK Meninggal di Kamar Mes Polisi, Kasus Masih Diselidiki
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, BI Sumbar Bawa Rp 5,9 Miliar ke Mentawai
Pengusaha Dapur MBG di Pesisir Selatan Polisikan Yayasan dan Pemilik Lahan, Klaim Rugi Rp1 Miliar
Ilustrasi pocong. (Dok. AI)
Heboh Video “Pocong Begal” Gegerkan Warga Pesisir Selatan, Ini Kata Polisi
Tim SAR evakuasi jasad bocah 10 tahun yang ditemukan meninggal. (Foto: Basarnas Padang)
Bocah 10 Tahun yang Hilang Terseret Arus Muara di Pisisir Selatan Ditemukan Meninggal