2 Nagari di Sekitar Danau Maninjau Dilanda Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang

Dua nagari di sekitar Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dilanda banjir dan longsor disertai pohon tumbang,

Longsor yang melanda salah satu nagari di sekitar Danau Maninjau, Agam. [foto: akun IG @agam.media.center]

Langgam.id – Dua nagari di sekitar Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dilanda banjir dan longsor disertai pohon tumbang, Jumat (14/7/2023).

Dikutip dari akun Instagram @agam.media.center, dua nagari yang terdapat beberapa titik yang menjadi lokasi bencana yaitu Koto Malintang dan Tanjung Sani. Data dua nagari tersebut diperoleh berdasarkan informasi dari BPBD Agam.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Bambang Warsito mengatakan, titik bencana di Nagari Koto Malintang yaitu Jorong Alai dan Muko-muko.

“Sedangkan di Nagari Tanjung Sani, musibah longsor dan pohon tumbang terjadi di Jorong Pandan, Sigiran, Sungai Tampang, Pantas, Batunanggai, dan Jorong Galapung,” ujar Bambang.

Ia menambahkan bahwa dalam operasi penanggulangan bencana (Pusdalops-PB) tersebut, BPBD Agam bekerjasama dengan beberapa instansi terkait.

Yaitu, Dinas Perhubungan, Satpol PP Damkar, Camat Tanjung Raya, PMI, wali nagari, wali jorong dan juga masyarakat sekitar. (*/yki)

Baca Juga

Petugas BPBD mengevakuasi warga terdampak banjir di Tanah Datar, pada Selasa malam. DOK BPBD
Hujan Deras, Dua Kecamatan di Tanah Datar Terdampak Banjir
Longsor batang sani
Akses Jalan di Sungai Landia Terputus Akibat Longsor
Mentawai Diguyur Hujan Deras, Dua Kampung di Sipora Selatan Dikepung Banjir hingga 1 Meter
Mentawai Diguyur Hujan Deras, Dua Kampung di Sipora Selatan Dikepung Banjir hingga 1 Meter
Jalur Padang-Solok belum bisa dilalui kendaraan karena terjadinya longsor di batas Kota Padang pada Kamis (27/11/2025) pagi.
BPBD Agam Minta Warga Waspada Potensi Longsor Susulan di Sungai Landie
Sejumlah warga menyeberangi sungai Batang Anai mengunakan rakit. (Foto: Camat 2x11 Kayu Tanam)
Lansia Nyaris Hanyut, Pemda Siapkan Jembatan Darurat di Nagari Anduriang
Oktavinus Warga Nagari Manggu Tana mengumpulkan pasir yang menimbun sawah usai diterjang banjir bandan, Senin 30 Maret 2026. Abdul Latif
Saat Petani Solok Bertahan Hidup dari Sisa Bencana