2 Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Padang, Kapolresta: Ada yang Digerebek di Toilet Masjid

2 Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Padang, Kapolresta: Ada yang Digerebek di Toilet Masjid

Kapolresta Padang Kombes Pol Ferry Harahap didampingi para penyidik polisi. (Foto: Irwanda)

Langgam.id – Polisi menangani dua kasus ayah kandung mencabuli anaknya yang masih bawah umur di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar). Satu kasus di antaranya terungkap berawal dari penggrebekan warga terhadap pelaku di dalam toilet masjid.

Kapolresta Padang Kombes Pol Ferry Harahap mengatakan, pelaku berinisial A (47), tega mencabuli anak kandungnya yang masih berumur 15 tahun.

“TKP yang sedih lagi, digrebek atau ditemukan masyarakat di toilet masjid. Nauzubillah, terkutuk,” ujar Ferry saat konferensi pers di Mapolresta Padang, Selasa (28/2/2023).

Ferry menyebutkan, lokasi kejadian di salah satu masjid kawasan Kecamatan Kuranji Kota Padang. Dari pengakuan pelaku, pencabulan telah dilakukan sejak 2020.

“Atau sejak anak ini mungkin baru menstruasi, sejak kelas 6 SD. Korban diancam tidak disekolahkan apabila tidak menuruti kemauan ayahnya,” kata dia.

Selanjutnya, kata Ferry, untuk kasus kedua dilakukan seorang ayah berinisial YH (44) terhadap anaknya yang berumur 12 tahun. Korban telah dicabuli sebanyak empat kali.

“Kemudian, kenapa bisa ketahuan jadi anak ini sering murung sehingga didekati oleh warga, di sinilah dia (korban) bercerita apa yang telah dilakukan oleh orang tua kandungnya,” ucapnya.

Dari cerita anak ini, Ketua RT melaporkan ke polisi sehingga dilakukan penangkapan. Selama dicabuli, korban juga mendapat ancaman oleh ayahnya.

“Korban diancam, diintimidasi, akan dipukul, akan tidak diberikan uang jajan dan tidak disekolahkan, sehingga anak ini harus menuruti keinginan ayahnya dengan ancaman,” kata Ferry.

Kedua ayah kandung ini disangkakan pasal 81 ayat (1) ayat (3) juncto pasal 82 ayat (1) ayat (2) juncto pasal 76 huruf E undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Pelaku terancam penjara maksimal 15 tahun serta ditambah sepertiga hukuman karena merupakan ayah kandung.

Ferry mengungkapkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kejaksaan agar pelaku mendapatkan hukuman tambahan berupa kebiri.

“Ini terkutuk sekali. Kemarin saya sudah koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Padang untuk diberikan hukuman tambahan berupa kebiri. Supaya efek jera, jangan pelaku-pelaku ini bisa bebas hidup tenang setelah menjalani hukumannya 15 tahun ini,” ujarnya. (Irwanda/SS)

Baca Juga

Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Kondisi tenda pengungsi warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/8/2026)
Cerita Korban Banjir Padang yang Masih Memilih Tinggal di Tenda Pengungsian