Langgam.id — Dua pemuda berprestasi yang mewakili Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Thayyibal Syafiq dan Tiara Rahayu, membawa gagasan inovatif bertajuk “Padang Muda Bersakato” pada ajang Youth City Changers (YCC) 2026. Konsep tersebut menjadi upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi, pelestarian budaya, dan inovasi lingkungan.
Pengalaman mengikuti forum nasional tersebut dibagikan keduanya dalam pertemuan yang digelar di Kecamatan Koto Tangah, Padang, Rabu (15/7/2026).
YCC 2026 merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28–30 Juni 2026. Forum ini mempertemukan 196 delegasi muda dari 98 kota anggota APEKSI untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, serta melahirkan inovasi pembangunan kota yang berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Thayyibal dan Tiara mengusung konsep “Padang Muda Bersakato”, sebuah gerakan kolaboratif yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan Kota Padang. Gagasan itu bertumpu pada tiga pilar utama, yakni inovasi lingkungan, penguatan budaya Minangkabau, serta perluasan ruang kreativitas bagi generasi muda.
Thayyibal Syafiq mengatakan, Kota Padang memiliki banyak anak muda dengan potensi besar yang perlu difasilitasi melalui ruang kolaborasi yang mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan gerakan yang tidak hanya menjadi wadah kreativitas, tetapi juga mampu memberikan dampak konkret bagi masyarakat. Melalui semangat ‘Bersakato’, kami percaya kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun Kota Padang yang maju dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep tersebut diwujudkan melalui tiga program unggulan. Pertama, SaTujuan Eco Preneur yang mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis pelestarian lingkungan. Kedua, SaTujuan Youth Container sebagai ruang kreativitas dan pengembangan kapasitas pemuda hingga tingkat kelurahan. Ketiga, Lurah Inovator Muda yang menjadi stimulus lahirnya inovasi kepemudaan sesuai potensi masing-masing wilayah.
Sementara itu, Tiara Rahayu menilai keikutsertaan dalam YCC 2026 menjadi kesempatan berharga bagi pemuda Padang untuk memperluas wawasan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada peserta dari berbagai daerah.
“Melalui forum ini, kami tidak hanya membawa gagasan, tetapi juga membawa semangat kolaborasi serta memperkenalkan nilai-nilai budaya luhur Kota Padang kepada delegasi dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan YCC 2026, para delegasi mengikuti berbagai agenda, mulai dari pembukaan, sesi berbagi pengalaman, forum diskusi, malam ekspresi budaya, hingga aksi kolaboratif antarpemuda.
Mengusung tema “Orang Muda Tangguh untuk Indonesia”, keikutsertaan dua delegasi Kota Padang tersebut diharapkan menjadi modal untuk membawa berbagai inspirasi dan praktik baik ke daerah. Kehadiran mereka juga menjadi bukti bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menghadirkan inovasi dan menjawab tantangan pembangunan di masa depan. (HER)






