18 September dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat

18 September dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat

Ilustrasi Catatan Sejarah Sumatra Barat (Ilustrasi: Syafii/Langgam.id)

18 September 1667
Urangkayo Kaciak Menjadi Panglima di Padang
.
Padang - Urangkayo Kaciak diangkat sebagai Panglima di Padang menggantikan Panglima Aceh. Urangkayo Kaciak adalah salah satu penghulu yang bekerja sama dengan VOC menghilangkan pengaruh Kerajaan Aceh di Padang. Aceh tak disukai karena mencampuri urusan adat. VOC baru bisa masuk mendirikan loji di Padang pada 1667 setelah bekerja sama dengan Urangkayo Kaciak dan para penghulu adat. Sebelumnya, VOC hanya bisa mendirikannya di Pulau Cingkuak.
.
Sumber:
- Rusli Amran dalam "Padang Riwayatmu Dulu" (1988) hlm 373
- Rusli Amran dalam "Cerita Cerita Lama dalam Lembaran Sejarah" (1997) hlm 100-102

18 September 1904
Mr. Assaat Lahir di Banuhampu
.
Agam - Mr Assaat Datuk Mudo lahir di Kubang Putih, Banuhampu, Agam, Sumatra Barat. Assaat adalah mantan Pemangku Jabatan Presiden Republik Indonesia di masa Republik Indonesia Serikat (RIS). Ia adalah sarjana hukum lulusan Universitas Leiden, Belanda, aktif dalam perjuangan kemerdekaan sejak zaman Belanda hingga Jepang. Pada 1948-1949, Assaat menjabat Ketua Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang melaksanakan fungsi lembaga legislatif.
.
Sumber:
- Marthias Dusky Pandoe dalam "Jernih Melihat Cermat Mencatat" (2010) hlm 57-58
- Nur Fajar Absor dalam "Memoar Mr. Assaat Datuk Mudo" (2020) hlm 81

Baca Juga

Robohnya Batu Bata Sejarah
Robohnya Batu Bata Sejarah
29 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
29 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
27 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
27 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
26 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
26 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
25 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
25 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
23 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat
23 November dalam Catatan Sejarah Sumatra Barat