Langgam.id – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang mendapat penambahan satu unit armada pemadam pada 2026. Penambahan armada ini seiring dengan tingginya kasus kebakaran yang terjadi di ibu kota provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tersebut.
Data Damkar Kota Padang mencatat, 107 kasus kebakaran terjadi selama kurun waktu Januari-April 2026. Di sisi lain, 1.058 operasi penyelamatan juga dilakukan, didominasi evakuasi hewan liar dan berbahaya di lingkungan permukiman warga.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Damkar Kota Padang, Rinaldi mengatakan, sebelumnya pihaknya memiliki 13 unit armada operasional, terdiri dari 11 mobil pemadam dan dua kendaraan penyelamatan.
“Tahun ini ada penambahan satu unit mobil pemadam kebakaran. Sehingga total armada operasional yang kami miliki saat ini menjadi 14 unit,” ujar Rinaldi dihubungi Langgam.id, Senin (1/6/2026).
Kata Rinaldi, armada baru itu disiagakan untuk melayani seluruh wilayah Kota Padang, yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi.
Selain penambahan armada, Damkar Kota Padang juga masih mengusulkan pengadaan mobil tangga untuk mendukung penanganan kebakaran gedung bertingkat.
“Kami belum memiliki mobil tangga, masih dalam proses pengajuan. Karena kebutuhan terhadap armada ini semakin penting seiring bertambahnya bangunan bertingkat di Kota Padang,” jelasnya.
Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi personel Damkar Kota Padang di lapangan tidak hanya soal sarana. Kemacetan lalu lintas saat jam sibuk, masih menjadi kendala utama ketika menuju lokasi kebakaran.
Selain itu, berkerumun di lokasi kejadian kebakaran juga kerap menghambat proses pemadaman. Masih banyak masyarakat saat kebakaran dijadikan “wisata bencana”.
“Ketika terjadi kebakaran, seolah kebakaran menjadi tempat wisata, banyak menonton sehingga akses armada dan ruang gerak personel menjadi terbatas,” ungkapnya.
Berdasarkan data Damkar Kota Padang, jumlah kebakaran terbanyak terjadi pada Januari 30 kasus. Kemudian Februari 23 kasus, Maret 26 kasus, dan April 28 kasus. (WAN)






