Wujudkan Kedaulatan Pangan, Moeldoko Sebar Kartu Tani di Dharmasraya

Wujudkan Kedaulatan Pangan, Moeldoko Sebar Kartu Tani di Dharmasraya

Moeldoko bagikan kartu tani di Dharmasraya (Foto: Irwanda)

Langgam.idKetua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko akan terus bersinergi bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.

Menurut Mantan Panglima TNI ini, apapun persoalan yang menghambat kedaulatan pangan pasti dapat dipecahkan secara bersama.

Moeldoko, yang juga Kepala Staf Kepresidenan itu menyebutkan, dalam kedaulatan pangan seyogyanya, Indonesia sangat memiliki potensi besar. Namun, hal tersebut belum dikembangkan menjadi suatu kekuatan.

“Saya dekat degan Pak Syahrul, saya sebagai Ketua HKTI dan Kepala Staf Kepresidenan akan bicara unntuk mewujudkan sebuah kedaulatan pangan.
Kalau kita semua bekerja ke arah sana, untuk mewujudkan kedaulatan pangan ini tidak akan sulit,” ujar Moeldoko usai penyerahan kartu tani untuk para petani di Dharmasraya, Sumatra Barat (Sumbar), Senin (28/10/2019).

Ia meminta Kementerian Pertanian dapat mengambil langkah pendataan ulang terhadap pendistribusian pupuk. Khususnya, pendistribusian terhadap pupuk subsidi yang harus merata dan betul-betul dirasakan oleh para petani.

“Distribusi pupuk juga jadi persoalan, perlu penataan ulang. Sehingga petani itu betul-betul merasa bagian dari penerima subsidi. Subsidi ini masih persoalan dihadapi petani kita. Subsidinya ada, pupuknya tidak ada. Pupuknya ada harganya mahal, ini selalu berulang dari waktu ke waktu, ini harus ditata dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, Moeldoko juga meminta agar Kementerian Pertanian memberikan jaminan harga sehingga pasca panen para petani dapat menikmati hasil kerja keras mereka dari bertani. “Rata-tata dari petani itu udah panen maka harga menurun. Ini persoalan yang harus dipecahkan dan terus (persoalan) terjadi turunan dari waktu ke waktu. Harus ada solusi, harus dicari solusi,” tegasnya.

“Nanti akan saya sampaikan kepada Menteri, nanti akan saya bilang bagaimana cara meningkatkan produktivitas. Petani kita itu rata-rata bertani secara tradisional. Jadi dengan pendekatan teknologi pertanian, harus dilakukan. Maka bila harga umpannya tidak bisa dipertahankan, tapi produksi tinggi, maka bisa menutup biaya,” sambungnya.

Di hadapan para petani Dharmasraya, Moeldoko memperkenalkan teknologi baru yang disebutnya “Teknologi Moeldoko.” Menurutnya, Teknologi tak dapat diabaikan dan harus dilakukan riset jenis tanaman, riset tanah, riset pupuk yang pas di lapangan.

“Bisa dibayangkan, di (pulau) Jawa itu satu tahun saya berani nyewa Rp12,5 juta dalam satu hektar. Di sini (Dharmasraya) tanah berhektar-hektar, potensinya relatif masih terawat belum mengunakan petesida dan pupuk non organik berlebihan. Maka masih sangat besar potensi yang bisa dikembangkan, 7.000 hektar (di Dharmasraya) sangat luar biasa, apa lagi bisa dikembangkan,” tuturnya. (Irwanda/RC)

Tag:

Baca Juga

87 Nagari di Pasaman Barat Siap Gelar Pilwana Serentak 2026, E-Voting Perdana Diterapkan
87 Nagari di Pasaman Barat Siap Gelar Pilwana Serentak 2026, E-Voting Perdana Diterapkan
Mulai Hari Ini, Jalan Sudirman Padang Panjang Diberlakukan 2 Arah
Mulai Hari Ini, Jalan Sudirman Padang Panjang Diberlakukan 2 Arah
Pemko Padang Panjang Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Huntap untuk Korban Bencana
Pemko Padang Panjang Tegaskan Komitmen Percepat Pembangunan Huntap untuk Korban Bencana
Pemko Padang sedang menyiapkan hunian tetap (huntap) di kawasan Simpang Haru. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
Pemko Padang Siapkan Lahan 4,6 Hektare untuk Pembangunan Huntap Sungkai
Persiapan PTNBH, Senat Akademik UNJA Kunjungi UNP untuk Pelajari Tata Kelola
Persiapan PTNBH, Senat Akademik UNJA Kunjungi UNP untuk Pelajari Tata Kelola
UNAND Gandeng Universidade Dili Teliti Determinan Stunting di 2 Negara
UNAND Gandeng Universidade Dili Teliti Determinan Stunting di 2 Negara