Warga Padang Keluhkan Air Keruh dan Berlumpur, PDAM Klaim Masih Aman

PDAM

Kantor Perumda Air Minum Padang (Foto: Humas Perumda Air Minum Padang)

Langgam.id – Perumda Air Minum atau PDAM Kota Padang memastikan air yang masih keruh di sejumlah wilayah pelayanan tetap aman digunakan masyarakat. Proses pengolahan air diklaim telah memenuhi standar yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).

“Air yang keruh tersebut aman digunakan, karena tetap kami lakukan proses produksinya sesuai syarat dan ketentuan yang diatur dalam Permenkes,” ujar Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein kepada Langgam.id, Rabu (8/7/2026).

Adhie mengatakan, kondisi air yang masih keruh disebabkan kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun, belum kembali normal setelah terdampak bencana pada akhir 2025.

Selain itu, kata dia, kualitas air baku dari Sungai Batang Kuranji juga berubah. Kandungan lumpur yang lebih tinggi, dibandingkan sebelum bencana membuat proses pengolahan air menjadi lebih berat.

“Saat ini kondisi air baku lebih banyak mengandung lumpur, sehingga kami harus bekerja lebih keras dalam proses pengolahannya,” katanya.

Sebelumnya, air keruh ini banyak dikeluhkan pelangan. Warga menilai, kondisi air seperti itu tidak layak digunakan untuk kebutuhan memasak maupun mencuci pakaian. Hal ini diungkapkan seorang warga Lolong Belanti, Enti.

Perempuan 59 tahun ini menyebutkan, air yang kerih dan berlumpur mengalir ke rumahnya hampir setiap hari seperti tersebut. Setelah air ditampung dibember atau bak mandi lalu didiamkan semalaman, lumpur akan mengendap.

“Kalau didiamkan semalam, lumpurnya mengendap di dasar ember. Bak penampung harus saya kuras seminggu sekali karena banyak lumpur dan tanah yang mengendap,” katanya.

Selain kualitas air, Enti mengatakan, distribusi air juga sering terhenti pada siang hari. Air cenderung mengalir lebih lancar pada malam hari dengan kondisi yang juga keruh dan berlumpur.

Ia terpaksa hanya mengunakan air PDAM untuk mencuci piring. Sedangkan untuk memasak nasi, ia memilih menggunakan air galon karena khawatir kualitas air tidak layak dikonsumsi.

“Kalau untuk masak saya pakai air galon. Air PDAM hanya dipakai untuk mencuci piring saja,” ujarnya. (WAN)

Baca Juga

Pipa milik Perusaah Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang atau dulu disebut PDAM, mengalami kebocoran di Jalan Sungai Lareh,
Air PDAM Sering Mati Siang Hari, Pedagang di Padang Beralih ke Sumur Bor
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Hampir setahun Wako Padang Hendri Septa bekerja tidak didampingi wawako.
DPRD Padang Bakal Panggil PDAM, Buntut Banyak Keluhan Warga Air Keruh
Warga Padang Keluhkan Air PDAM Keruh dan Berlumpur, Minta Kompensasi
Warga Padang Keluhkan Air PDAM Keruh dan Berlumpur, Minta Kompensasi
PDAM
Penjelasan PDAM Soal Distribusi Air Bermasalah ke Pelanggan di Lolong Belanti
6 Bulan Distribusi Air PDAM Bermasalah, Pelaku Usaha di Lolong Belanti Mengaku Kewalahan
6 Bulan Distribusi Air PDAM Bermasalah, Pelaku Usaha di Lolong Belanti Mengaku Kewalahan
Dosen Fakultas Syariah UIN IB Padang Aidil Aulya (ist)
Padang Darurat Air dan Alasan Usang yang Berulang!