Warga Limapuluh Kota Tolak Tol Padang-Pekanbaru, Wagub Sumbar: Malu Kita

Pengawal Pribadi Wagub Sumbar, Perantau Minang

Walki Gubernur Sumbar Nasrul Abit (Foto: Rahmadi/Langgam.id)

Langgam.id – Penolakan terhadap pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru kembali terjadi. Kali ini, penolakan disampaikan masyarakat dua nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota. Masing-masing Nagari Taeh Baruah dan Nagari Koto Baru Simalanggang di Kecamatan Payakumbuh.

Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengatakan yang dilakukan petugas saat ini baru survei lapangan. Masalah penolakan dari masyarakat di dua nagari itu masih dalam pembahasan.

“Jangan sampai disebut kami akan merugikan masyarakat. Kita semua harus duduk, ninik mamak, alim ulama, perantau, cadiak pandai, pemuda, dan tokoh masyarakat,” katanya di Padang, Rabu (26/2/2020).

Baca juga : Tak Putuskan Akses Warga, Tol Padang-Pekanbaru akan Dibuat Jalur Perlintasan

Nasrul mengaku sudah bertemu dengan Gubernur Riau dan pembangunan jalan tol di sana berjalan dengan baik. Menurutnya, Sumbar juga harus memiliki jalan tol. Dia mengajak masyarakat berpikir positif demi kemajuan daerah.

“Ini baru saja sudah mulai penolakan, saya mengajak masyarakat agar berpikir positif,” kata Nasrul yang telah mengikuti rapat tol sebanyak 42 kali itu.

Dia memastikan pemerintah tidak akan merugikan masyarakat. Persoalan ganti rugi, juga tidak akan menimbulkan masalah seperti sebelumnya. Apalagi, jalan tol merupakan proyek strategis nasional yang harus didukung.

“Yang ada sekarang kan baru konsep awal, belum putus itu, bisa berubah, kalau memang bermasalah nanti kita bisa pindah,” ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah saat ini tidak akan bertindak otoriter. Semua bisa dibicarakan nantinya. Dengan adanya jalan tol akan membuat ekonomi menjadi lebih baik.

“Kita berharap semua mendukung, kita sangat butuh, di Riau mereka aman saja, malu kita,” katanya.

Terkait pembangunan terowongan, hal itu menurutnya juga tidak akan merusak karena melewati bawah tanah. Jika pun merusak, itu hanya terjadi di pintu masuk dan keluarnya. Dia bersedia bertemu dengan masyarakat yang menolak pembangunan jalan itu.

“Saya siap bertemu dengan masyarakat, tapi bukan pribadi, masyarakat bisa bertemu dengan saya tim pembangunan jalan tol,” ujarnya. (Rahmadi/ICA)

Baca Juga

Pemulihan Ekonomi Pascabencana di Sumbar, Pemerintah Resmikan Klinik UMKM Minang Bangkit
Pemulihan Ekonomi Pascabencana di Sumbar, Pemerintah Resmikan Klinik UMKM Minang Bangkit
Klinik UMKM Minang Bangkit Diyakini Bakal Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabencana
Klinik UMKM Minang Bangkit Diyakini Bakal Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabencana
Stabilitas Harga Pascabencana dan Jelang Ramadan, Pemprov Sumbar Siapkan Strategi Intervensi
Stabilitas Harga Pascabencana dan Jelang Ramadan, Pemprov Sumbar Siapkan Strategi Intervensi
Menteri ESDM Setujui Usulan 301 Blok Wilayah Pertambangan Rakyat di Sumbar
Menteri ESDM Setujui Usulan 301 Blok Wilayah Pertambangan Rakyat di Sumbar
Gubernur Mahyeldi Resmikan BLUD 3 UPTD Peternakan Sumbar
Gubernur Mahyeldi Resmikan BLUD 3 UPTD Peternakan Sumbar
Sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dan 25 orang lainnya masih tertimbun di lokasi tambang emas di Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti,
Solusi Jangka Panjang Tambang Ilegal, Sumbar Siapkan Skema Wilayah Pertambangan Rakyat