Langgam.id – Mobilisasi truk tronton pengangkut batu bara untuk PLTU Teluk Sirih di Bungus Teluk Kabung, Kota Padang melalui jalan menuju kawasan wisata Mandeh, Kecamatan XI Koto Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan dikeluhkan warga karena berpotensi bahayakan pengguna jalan dan merusak infrastruktur.
Mantan anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) sekaligus tokoh masyarakat kawasan Mandeh, H M Tauhid mengatakan truk-truk tersebut rutin melintasi ruas jalan Teluk Kabung–Sungai Pisang.
Padahal, kata Tauhid kondisi dan kapasitas jalan dinilai tidak sesuai untuk kendaraan berat pengangkut batu bara.
“Jalan dari Teluk Kabung ke Sungai Pisang tidak sepatutnya dilewati truk-truk yang membawa batu bara ke Teluk Sirih. Keselamatan pengguna jalan menuju kawasan wisata Mandeh akan terancam,” kata Tauhid, Sabtu (17/10/2026).
Ia menyebutkan, truk-truk yang beroperasi secara rutin itu juga terlihat menggunakan pelat nomor non-BA.
“Pemerintah perlu memperhatikan dampak mobilisasi kendaraan berat tersebut terhadap keselamatan masyarakat dan pengunjung kawasan wisata,” ujarnya.
Tauhid mengatakan, kendaraan dengan muatan berat berpotensi mempercepat kerusakan jalan karena kualitas dan kapasitas ruas tersebut tidak dirancang untuk menanggung beban sebesar itu. Ia juga mengaku kerap melihat mobil terbalik di jalur tersebut.
“Jelas berpengaruh terhadap jalan karena kualitas jalan itu tidak layak untuk truk yang membawa beban seberat itu. Berpotensi membuat jalan rusak,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejauh yang diketahuinya, belum ada laporan korban jiwa atau luka-luka akibat kecelakaan di jalur tersebut.
“Namun, kendaraan berupa truk tersebut terbalik disebutnya sudah beberapa kali terjadi,” ujarnya.
Tauhid mengaku telah berulang kali menyampaikan persoalan itu kepada pemerintah, termasuk kepada Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Barat dan Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat.
“Namun, hingga kini ia menilai belum ada respons yang memadai,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah segera mencari jalan keluar terkait mobilisasi truk pengangkut batu bara tersebut agar tidak lagi melewati akses menuju kawasan wisata Mandeh.
“Pemerintah perlu mencarikan solusi agar truk-truk pengangkut batu bara itu tidak melewati jalan menuju kawasan wisata Mandeh,” katanya.
Menurut Tauhid, penanganan persoalan ini penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung pengembangan pariwisata Mandeh.
“Pemerintah perlu mengevaluasi jalur angkutan batu bara dan menyiapkan alternatif yang lebih aman tanpa mengabaikan kebutuhan operasional PLTU Teluk Sirih,” ungkapnya. (HER)






